Kasus Tabrak Lari
KASUS Dugaan Tabrak Lari yang Mengakibatkan Sopir Avanza Diamuk Massa, Pengemudi Belum Buat Laporan
Lalu, ada seorang warga terlihat memecahkan kaca samping mobil dan menendang mobil jenis Toyota Avanza itu.
Kasus Dugaan Tabrak Lari yang Mengakibatkan Sopir Avanza Diamuk Massa, Pengemudi Belum Buat Laporan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tempat pengemudi mobil yang diduga melakukan tabrak lari hingga mengakibatkan si pengemudi diamuk massa.
Panit Lantas Polsek Medan Area, Ipda Pintauli Sinaga menjelaskan saat ini pihaknya juga masih menyelidikan kendaraan yang diduga ditabrak oleh mobil Avanza di Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai.
"Saat ini lagi olah TKP, termasuk untuk mencari atau menyelidiki pengendara sepeda motor," kata Pintauli kepada Tribun Medan, Senin (27/6/2022).
Ia mengatakan, untuk pengemudi mobil bernama Saipul Bahri yang sempat dianiya oleh sejumlah warga di Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Medan Maimun, kondisinya telah membaik.
"Pengemudi mobil saat ini sudah bisa beraktivitas dengan baik. Hanya mengalami luka di bagian kepala," sebutnya.
Pintauli menyebutkan, sampai sejauh ini pengemudi mobil Avanza BM 1841 PN belum membuat laporan kepada polisi, terkait penganiayaan dan pengerusakan mobil.
"Terkait apakah pengemudi mobil mau membuat laporan atas kasus pengeroyokan dan pengerusakan mobil itu belum tau, karena masih olah TKP," bebernya.
Sebelumnya, diduga tabrak lari, satu unit mobil beserta pengemudinya jadi bulan-bulanan amukan warga.
Aksi tersebut pun sempat direkam oleh pengendara sepeda motor menggunakan handphone.
Dalam rekaman video amatir yang diterima oleh Tribun Medan pada Minggu (26/6/2022).
Terlihat sebuah mobil berwarna silver dikejar oleh sejumlah pengendara sepeda motor.
"Woi berenti kau, berhenti kau woi," teriak perekam video.
"Tahan bang, tahan. Woi, woi tahan," teriaknya lagi.
Saat itu tampak, mobil tersebut berhenti karena kondisi jalan yang padat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mobil-minibus-dihancurkan-massa.jpg)