Bantuan Bibit Kentang
Petani Samosir Dapat Bantuan 700 Kg Bibit Kentang Granola dan Tiga Ton Pupuk Organik
Petani di Kabupaten Samosir mendapatkan bantuan 700 Kg bibit kentang Granola dan tiga ton pupuk organik
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,SAMOSIR – Empat kelompok tani yang ada di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir mendapatkan bantuan 700 kg bibit kentang Granola dan tiga ton pupuk organik.
Bantuan ini bersumber dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dengan harapan para petani bisa terus produktif menghasilkan pertanian yang baik berdaya jual tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Ketapang dan Pertanian berupaya untuk meningkatkan taraf hidup petani. Berbagai usaha dilakukan, seperti halnya menjalin komunikasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara untuk mendapatkan berbagai alokasi kegiatan,” kata Plt Kadis Kominfo Samosir Ricky Rumapea, Jumat (17/6/2022).
Baca juga: PETANI di Humbahas Merasa Terbantu dengan Meningkatnya Harga Cabai Merah
Saat pemberian bantuan ini, Plh Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, Juwaini turun langsung ke Desa Hariara Pintu.
Ricky mengatakan, bibit kentang Granola dan pupuk organik dibagi secara merata ke masing-masing kelompok tani.
Adapun kelompok tani yang mendapatkan bantuan diantaranya Poktan Maduma di Desa Partungko Naginjang, Poktan Marsiurupan dan Poktan Satahi Saoloan di Desa Hariara Pintu, serta Poktan Anggrek di Desa Hutagalung.
Baca juga: HARGA Cabai Meroket, Petani di Batubara Lega Bisa Tutup Biaya Pupuk yang Mahal
Ricky menyampaikan, Pemkab Samosir berharap kepada seluruh poktan penerima bantuan dapat melaksanakan budidaya kentang Granola dengan sebaik-baiknya, dengan didampingi petugas pertanian agar dapat meningkatkan produksi.
“Sesuai Laporan Statistik Pertanian Kabupaten Samosir pada tahun 2021, komoditi unggulan di Kecamatan Harian adalah tanaman kentang dengan luas panen 706 hektare, dan produksinya sebesar 16.147 ton,"
"Untuk kubis dengan luas 228 hektare dapat memproduksi 5.481 ton dan ubi jalar dengan luas 344 hektare dapat memproduksi 7.099 ton,” terang Ricky Rumapea.(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bantuan-bibit-kentang-Granola-dan-tiga-ton-pupuk-orgaik.jpg)