Berita Sumut

Pembangunan Tol Trans Sumatera Berjalan Lambat, Seksi III Sudah Lewati Idul Fitri 1443 Hijriyah

Pembangunan tol Trans Sumatera berjalan lamban dan belum selesai hingga saat ini

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Pembangunan Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat, Terkoneksi ke Beberapa Wilayah di Sumatera Utara - BPJTU 

TRIBUN-MEDAN.COM,TEBINGTINGGI - Progres pembangunan Tol Trans Sumatera Kuala Tanjung - Tebingtinggi - Parapat sepanjang 135,4 kilometer mengalami perlambatan pengerjaan cukup parah.

Bahkan, khusus Seksi III (Tebingtinggi - Serbalawan) mencatatkan deviasi -37,32 persen dan Junction Tebingtinggi -59,95 persen dari rencana awal akan operasi.

Pantauan Tribun-medan.com dari Laman Monitoring Progres Konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera yang diperbaharui 18 April 2022, seluruh seksi konstruksi jalan tol di Sumatera Utara ini mendapat label kuning.

Baca juga: Begini Rekayasa Jalur Tol dari Dit Lantas Polda Sumut, Buka Hotline Laporan Lalu Lintas

Seksi I (Tebingtinggi-Inderapura) mencatatkan deviasi positif 1.15 dari target operasi September 2022. Seksi II (Kuala Tanjung-Indrapura) mencatatkan deviasi minus, yakni -34,07 persen dari target operasi Desember 2022.

Kemudian Seksi III (Tebingtinggi-Serbelawan) mencatatkan deviasi negatif, yakni -37,32 persen dari target operasi Maret 2022.

Alhasil jalan tol yang sedianya bisa dimanfaatkan pada momen Idul Fitri 1 Mei 2022 ini tak bisa dibuka untuk mengurai kebutuhan masyarakat berlalu lintas.

Adapun Seksi IV (Serbelawan-Pematang Siantar) mencatatkan deviasi positif, yakni 1,68 persen, dengan target operasi Juni 2022.

Baca juga: Bawah Tol Bandar Selamat Jadi Langganan Banjir, Bobby Nasution Gerak Cepat Lakukan Ini

Sementara proyek Seksi V (Siantar-Seribudolok) dan Seksi VI (Seribudolok-Parapat) belum dilaporkan adanya progres konstruksi. Kedua seksi ini justru masih dalam tahapan persiapan. 

Berkaitan dengan perlambatan proyek tol ini, Pimpinan Proyek Jalan Tol dari PT Hutama Marga Waskita (HMW), Eka Haitami menjelaskan latar belakang keterlambatan adalah pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan. Jadi lahannya belum bebas. Cemana, ya. Semua masalah (seksi tol) itu adalah pembebasan lahan,” ujar Eka saat dihubungi Sabtu (7/5/2022) petang. 

Saat ini pembayaran ganti-untung terhadap lahan warga tersebut bergantung pada kelancaran anggaran pemerintah.

Baca juga: Viral Pedagang Bakso Keliling Kedapatan Masuk ke Ruas Jalan Tol

Setiap anggaran yang dikucurkan pemerintah cair tepat waktu, ujar Eka, pastinya proyek ini bisa berjalan sesuai targetnya. 

“Sekarang pembayaran melalui pemerintah per triwulan. Per anggaran. Kalau udah turun anggaran kan, kita kasih. Masalahnya juga di situ,” kata Eka.

“Pembebasan lahan Tebingtinggi - Indrapura ada 3,2 km belum dibebaskan. Kuala Tanjung - Inderapura juga banyak. Kalau Serbelawan - Siantar ada 7 km lagi. Tapi ya sekarang tinggal dana-nya aja. Dana dari Kementerian PUPR,” tambah Eka kembali.

Eka menjelaskan saat ini pemerintah melalui BPN Provinsi Sumatera Utara masih bekerja untuk melancarkan proses pembebasan lahan proyek tol Kuala Tanjung - Tebingtinggi - Parapat. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved