Berita Medan

TNI AL Tangkap 12 Kapal yang Bawa Ratusan Ton CPO

Dari 12 kapal itu, TNI AL mendapati kapal kapal yang yang membawa Batubara kemudian Nikel Ore, HSD dan CPO. 

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
HO
Petugas saat membuka isi dari dalam kontainer yang berada di dalam kapal MV Mathum Bum. Kapal berbendera Singapura itu diamankan TNI AL di Pelabuhan Belawan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Sesuai pemerintah pusat menyampaikan larangan ekspor CPO, TNI AL pun semakin giat memeriksa sejumlah kapal kapal pengangkut barang. 

Panglima Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya Agung Prasetiawan sejauh ini pihaknya rutin mengelar pemeriksaan terhadap kapal kapal pengangkut barang. 

Hal itu kata dia untuk menindaklanjuti intruksi Presiden republik Indonesia yang melarang ekspor minyak goreng dan CPO dengan turunannya yang akhir-akhir ini dirasa langka di pasaran.

Dari hasil pemeriksaan, pihaknya menemukan bahan baku pembuat minyak goreng dimana hal tersebut merupakan jenis barang yang dilarang sementara waktu  untuk diekspor.

Baca juga: TNI Sita Kapal Berisi 34 Kontainer Bahan Baku Minyak Goreng di Belawan, Bakal Diekspor ke Malaysia

"Sebagaimana kemudian diterbitkan juga Peraturan Menteri Perdagangan yaitu (Permendag) Nomor 22 Tahun 2022 tanggal 27 April 2022 tentang larangan sementara ekspor CPO dan turunannya," tutur Agung saat memberikan keterangan mengenai penyitaan kapal MV Mathum Bum, Jumat (6/4/2022). 

Dari tiga Koarmada TNI Angkatan Laut, tercatat puluhan kapal yang diduga kuat melanggar aturan ditahan untuk menjalani sejumlah pemeriksaan. 

Panglima Koarmada 1 Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah melaporkan sejauh mereka berhasil mengamankan lima kapal yang melanggar aturan saat melintasi daerah penjagaannya. 

"Yang pertama adalah tanko bravo ekor sunrise menarik tongkang ever carier, ini berbendera Malaysia yang di bawah dari Dumai mau ke Malaysia. Kemudian yang kedua adalah MT Word Progres berbendera Liberia ini dari Dumai akan dibawa ke India. MT W Blossom, ini berbendera Tupalu, ini dari Dumai akan dibawa Singapura," kata Arsyad. 

Sementara untuk kapal MT Toto yang berbendera Indonesia serta MV Mathum Bum juga telah telah diamankan dan akan menjalani proses penyelidikan lebih jauh. 

"Kemudian MT Toto 16 berbendera Indonesia ini dari Kijang Pontianak akan dibawa ke uni emirat Arab dan yang terakhir MP Mathum Bum," kata dia. 

Baca juga: TNI-Polres Sibolga Tes Urin Pengemudi Sopir Angkutan Darat Untuk Hindari Kecelakaan

Sementara itu 12 kapal juga berhasil diamankan oleh Koarmada 2 TNI AL. Kapal kapal itu kini tengah menjalani proses pemeriksaan. 

"Dari Koarmada II TNI AL berhasil mengamankan 12 kapal yang saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan," kata  Panglima Koarmada 2, Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto. 

Dari 12 kapal itu, TNI AL mendapati kapal-kapal yang yang membawa Batubara kemudian Nikel Ore, HSD dan CPO. 

"Dari 12 tersebut ada yang masih dalam proses pendidikan Tetapi ada juga sudah perjalanan berkas ke Kejaksaan tinggi sehingga saat ini kami Masih menunggu proses tersebut sampai dengan selesai," kata dia. 

Sebelumnya TNI AL dari Koarmada 3 TNI AL juga berhasil menyita satu kapal MT Bangun Rejo yang bermuatan 2.500 ton CPO.  

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved