Ramadhan 1443 Hijriyah
ANTREAN Puluhan Anak-anak hingga Dewasa Demi Bubur Sop Anyang Khas Masjid Perjuangan 45
Jelang lepas Ashar, para warga sudah ramai membawa mangkuk di depan Masji Perjuangan 45, yang beralamat di jalan HM Yamin, Kota Medan.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang lepas Ashar, para warga sudah ramai membawa mangkuk di depan Masji Perjuangan 45, yang beralamat di jalan HM Yamin, Kota Medan.
Puluhan anak-anak hingga orang dewasa terlihat sabar menunggu untuk mendapatkan bubur Sop Anyang. Tradisi itu berlangsung setiap bulan Ramadan.
Masjid Perjuangan 45 menyiapkan bubur Sop Anyang sebagai menu berbuka yang sudah dilaksanakan selama puluhan tahun.
"Kalau untuk bubur Sop Anyang memang sudah sejak lama menjadi tradisi di sini. Sudah sejak puluhan tahun," ujar Herman, pengurus BKM Masjid Perjuangan 45, Herman kepada Tribun Medan, Senin (11/4/2022).
Setiap hari selama bulan suci Ramadan, pihak masjid menyediakan 150 porsi bubur Sop Anyang kepada warga dan juga jamaah di sana.
Baca juga: RESMI Bercerai, Puput Gigit Jari Gugatan Nafkah Rp 10 Juta tak Dikabulkan: Dia Gak Kerja, Gak Mampu!
Baca juga: POS PGA Catat Volume Kubah Lava di Puncak Gunung Sinabung Mencapai 100.000 Meter Kubik
Bubur sop sendiri terbuat dari tepung beras, wortel, kentang dan juga sayuran anyang atau pakis yang dibubuhi kelapa dan kacang panjang.
Bubur itu dimasak oleh pengurus masjid, lalu dibagikan kepada warga di sana.
"Kalau setiap hari ada sekitar 150 bubur yang kita buat dan dibagikan kepada warga sekitar dan juga jamaah yang akan berbuka di masjid. Ini memang menu utama di sini," kata dia.
Sementara Rasid, salah seorang warga yang menikmati bubur sop anyang merasa senang bisa menikmati hidangan yang legendaris itu.
Pria parah baya itu mengaku selalu rindu menikmati buka puasa dengan bubur yang disediakan Masjid Perjuangan 45.
Selain rasanya yang gurih, bubur sop juga hanya setiap setahun sekali.
"Karena cuman ada waktu puasa ajakan, makanya senang kalau bisa buka puasa pakai bubur ini. Kadang kadang rindu buat bisa makan bubur Sop Anyang," kata dia.
Masjid Perjuangan 45 sendiri dibangun sekitar tahun 1922.
Umur masjid ini kini sudah memasuki satu abad.
Dulu, masjid ini merupakan tempat dimana para pejuang kemerdekaan berkumpul dan berjuang melawan penjajahan.
Karena rutinitas itu, masjid ini pun perna di bom oleh Inggris pada tahun 1945. Usai hancur, masjid ini kemudian didirikan kembali oleh masyarakat di sana.
Baca juga: DATANG Kesiangan, Sekelompok Pemuda yang Ingin Ikut Aksi Demo di Medan Dibubarkan
Baca juga: BUPATI Dairi Perintahkan Dinas Pendidikan Bantu Fasilitas Belajar di Komunitas Silalahi Project
(cr17/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Warga-terlihat-antri-menunggu-bubur-sop-anyang.jpg)