MARAKNYA Investasi Bodong. Begini Tipsnya Indo Premier Sekuritas dan Sucor, Edukasi di Sumatera

Kasus investasi bodong yang memakan korban dengan nilai kerugian hingga triliunan terus berulang dari waktu ke waktu.

HO
Suasana roadshow edukasi investasi oleh PT Indo Premier Sekuritas dan Sucor Asset Management. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus investasi bodong yang memakan korban dengan nilai kerugian hingga triliunan terus berulang dari waktu ke waktu.

Kasus ini kerap terjadi lantaran minimnya literasi dan pemahaman masyarakat tentang investasi yang benar dan legal.

Rendahnya literasi dan pemahaman investasi menjadi ruang kosong bagi investasi bodong untuk masuk dan mencari mangsa, selain karakter dan psikologi masyarakat yang ingin untung cepat atau greedy juga menjadi faktor penopangnya.

Oleh karena itu, PT Indo Premier Sekuritas berkolaborasi dengan Sucor Asset Management menggelar roadshow edukasi investasi.

Roadshow edukasi investasi perdana kali ini menyasar masyarakat di wilayah Sumatera yang mencakup Medan, Aceh, Batam, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Pangkal Pinang, Jambi, Bengkulu dan Padang.

Baca juga: Dulu Heboh saat Tersandung Skandal Tahun 2010, Kini Foto Ariel NOAH & Luna Maya Kembali Bikin Geger

Baca juga: Polda Sumut Dikritik Habis, Tersangka Kerangkeng Manusia Bebas, LPSK: Mencederai Citra Polri

Disampaikan oleh Brand Manager IPOTFund dari PT Indo Premier Sekuritas, Octaviantika Benazir Kumala, rendahnya literasi menyebabkan penipuan dan investasi bodong masih tetap eksis.

"Roadshow daring ini secara khusus bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi sehingga kuantitas dan kualitas investor dan calon investor ikut terdongkrak," ujarnya, Senin (28/3/2022).

Seiring dengan hal itu, Investment Specialist Sucor Asset Management, Toufan Yamin mengakui dan mengamini kalau kesalahan dalam investasi itu sebenarnya simple tapi dampaknya besar sekali, seperti halnya FoMO.

"FoMO (Fear of Missing Out) atau Fear of Losing Out sudah menjadi sifat dasar alami manusia. Ketakutan membuat manusia bisa sampai di titik saat ini. Dari Zaman Batu, ketakutan inilah yang menolong manusia untuk mencapai insting terhadap daya tahan (survival). Ketakutan itu sebenarnya membantu manusia, cuman semakin modern manusia justru makin takut pada banyak hal," terangnya

Ia menambahkan dewasa ini FoMo tidak hanya ada pada kehidupan sosial, kepemilikan dan karier, tetapi juga ada dalam investasi.

Banyak orang melihat pasar modal sebagai tiket atau cara paling cepat untuk kaya, sehingga ikut-ikutan kawanan (tren) secara tidak rasional dan hanya karena ingin melakukan yang lebih baik dari teman-teman lain.

Karena itu pada investor pemula, sarannya, wajib cerdas dengan membangun strategi investasi yang cocok dan patuhi hal itu, melakukan pendekatan fundamental dalam berinvestasi dan melakukan melakukan riset yang memadai serta tahu kapan harus exit.

"Kenapa banyak orang yang investasi di saham atau reksa dana tidak untung-untung? Karena ketika naik baru beli, ketika turun malah jual (cut loss). Ketika orang pada koar-koar beli, seseorang hanya ikut-ikutan beli tanpa tahu kinerja historisnya. Investor wajib rasional," tegasnya.

Selanjutnya, ia pun menjelaskan produk reksa dana milik Sucor Asset Management yang secara data dan histori memiliki kinerja yang baik mulai dari Reksa Dana Sucorinvest Equity Fund, Reksa Dana Sucorinvest Stable Fund dan Reksa Dana Sucorinvest Sharia Money Market Fund.

Produk-produk reksa dana berkinerja positif dari Sucor Asset Management yang aman dan cocok untuk pemula tersebut kini mudah dibeli, salah satunya melalui platform IPOTFund milik PT Indo Premier Sekuritas yang sudah terintegrasi dalam aplikasi IPOT.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved