Berita Sumut

Arya Sinulingga Kecewa Tak Lolos Berkas dalam Pencalonan Ketua Asprov PSSI Sumut

Arya Sinulingga dinyatakan tidak lolos administrasi dengan alasan indentitas diri tidak sesuai dengan persyaratan A1

Ria Anatasia
Arya Sinulingga di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bekas presiden klub promosi Liga 2, Karo United, Arya Sinulingga, menanggapi persoalan dirinya yang dinyatakan tidak lolos berkas pencalonan Ketua Asprov PSSI Sumut.

Pantauan Tribun Medan melalui akun Facebook pribadinya, Senin (21/3/2022), staf khusus menteri BUMN itu meluapkan kekecewaannya dengan mengunggah tulisan yang bertajuk 'Sepakbola Sumut Mau ke Mana?'.

Unggahan yang dibuat, Minggu (20/3/2022) itu, Arya juga melampirkan bukti dokumen berkas verifikasi bakal calon eksekutif komite pada Kongres Pemilihan Asprov PSSI Sumatera Utara 2022.

Di berkas itu Arya Sinulingga dinyatakan tidak lolos administrasi dengan alasan indentitas diri tidak sesuai dengan persyaratan A1, yaitu copy scan KTP atau identitas diri lainnya.

Diketahui, lampiran surat keterangan domisili yang disertakan Arya dinilai tidak cukup sebagai pengganti identitas diri. Karena Arya tercatat sebagai pemilik KTP luar Sumut.

Padahal lewat unggahan tulisan itu, Arya menilai terdapat calon lain yang mengalami hal serupa, tapi diloloskan.

"Saya terpaksa 'mundur' sebelum bertarung, tidak diberi kesempatan bertarung. Padahal menurut informasi semoga saya tidak salah (silakan dikoreksi) ada juga kandidat Exco yang diloloskan memakai ijin domisili," tulisnya.

Selain itu, dalam unggahan tulisan tersebut Arya cukup menyeriusi pencalonannya menjadi Ketua Umum Asprov PSSI Sumut. Hal itu terbukti, ia sudah menyiapkan delapan program unggulan jika nanti terpilih.

Di antaranya, Moderenisasi Kantor PSSI Sumut, Re-organisasi kesekretariatan PSSI Sumut menjadi lebih fresh dan berbasis profesional, Mendukung penuh dengan mencarikan sebagian sponsor untuk klub Liga 2 Sumut supaya bisa masuk Liga 1.

Selain itu, Menata kompetisi Liga 3 Sumut berbasis industri, memastikan sponsor masuk sehingga klub-klub peserta tidak mengeluarkan biaya kepesertaan dan akan ada bantuan pendanaan (subsidi) kepada tim peserta secara berjenjang.

Ada juga Menata kompetisi kelompok umur berbasis kompetisi murni sehingga akan memunculkan potensi pemain-pemain muda sumut terbaik ke depan.

Memberikan pendanaan pembinaan secara periodik kepada askab/askot dan yang memiliki program pembinaan sepakbola yang progresive di kabupaten kota nya masing-masing baik program kompetisi maupun program sertifikasi pelatih dan wasit

Sisanya yaitu, Sertifikasi dan pendataan sekolah-sekolah sepakbola yang ada di Sumut untuk pembinaan SSB yang berorientasi pada prestasi dan mempersiapkan program pembentukan tim PON 2024 dengan target emas di PON 2024 Sumut-Aceh.

Namun, semua program yang sudah disusunnya itu mesti ia ikhlaskan karena berkas administrasinya dinyatakan tidak lengkap.

Meski begitu, Arya berusaha menerima keputusan PSSI Sumut. Lewat unggahan itu ia menjelaskan, jika tujuannya sama-sama ingin memajukan sepakbola Sumut ia mesti ikhlas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved