Rusia vs Ukraina
Rusia Tidak Ada Apa-apanya Tanpa Rudal, Pasukan Daratnya Banyak Tewas, Kini Terjunkan Tentara Suriah
Rusia dengan kekuatan armada tempur serta teknologi modernnya bisa dibilang jauh lebih unggul dibanding militer Ukraina.
TRIBUN-MEDAN.COM - Perang Rusia-Ukraina hingga kini masih berlanjut sejak Kamis (24/2/2022) lalu.
Kedua negara saling berlomba-lomba memamerkan kecanggihan teknologi untuk saling mengalahkan satu sama lain. Tentu Ukraina tidak sebanding dengan Rusia.
Rusia dengan kekuatan armada tempur serta teknologi modernnya bisa dibilang jauh lebih unggul dibanding militer Ukraina. Terlebih Rusia memiliki banyak rudal dan senjata nuklir yang siap diledakkan kapanpun.
Sejak seminggu pertempuran, Rusia sudah memperlihatkan kekuatan senjata rudalnya. Hal itu setelah banyaknya prajurit di darat tewas di medan perang.
Rusia sendiri diperkirakan memiliki sekitar 6800 senjata nuklir, lebih banyak dibanding Amerika Serikat dengan 6185 senjata nuklir.
Banyak Prajurit Rusia Tewas di Ukraina
Pada Sabtu (19/3/2022), Angkatan bersenjata Ukraina mengumumkan, Letnan Jenderal Andrei Mordvichev, Komandan Angkatan Bersenjata Gabungan Ke-8 Rusia, tewas dalam pertempuran di Ukraina selatan.
Namun informasi kematian Letnan Jenderal Andrei Mordvichev belum diverifikasi secara independen, dan militer Rusia tampaknya belum mengomentarinya.
Interfax Ukraina, Jumat 18 Maret 2022, melaporkan militer Ukraina mengklaim menghancurkan pos komando Angkatan Darat Ke-8 di dekat kota Kherson, dengan mengutip keterangan penasihat Kepala Kantor Presiden Volodymyr Zelensky.
Letnan Jenderal Andrei Mordvichev menjadi jenderal Rusia kelima yang tewas dalam Invasi Rusia ke Ukraina dan merupakan jenderal bintang tiga Rusia pertama yang tewas di Ukraina. Disebutkan Putin mengerahkan 20 jenderalnya ke garis depan memimpin invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022.
Sebelumnya, empat jenderal Rusia yang sudah tewas dalam Perang Putin di Ukraina adalah Mayor Jenderal Oleg Mityaev ( tewas dalam pertempuran sengit di pinggiran kota tenggara Mariupol bersama tujuh perwira seniornya),
Lalu Mayor Jenderal Andrei Kolesnikov ( Komandan tentara ke-29 distrik timur Rusia ), Mayor Jenderal Vitaly Gerasimov( Kepala Staf dan Wakil Komandan Pertama Angkatan Darat ke-41 Distrik Militer Pusat Rusia ) dan Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky ( Komandan jenderal Divisi Lintas Udara ke-7 Rusia ).
Seorang anggota lingkaran dalam Zelensky yang tidak disebutkan namanya mengatakan tim operasi intelijen militer Ukraina telah bekerja untuk melacak dan menargetkan "jenderal terkenal" dan perwira penting Rusia lainnya.
Ukraina Klaim Sekitar 14.000 Pasukan Musuh Tewas
Jumlah kerugian pihak Rusia dan tentara bayarannya dalam operasi khusus di Ukraina yang sudah berlangsung sejak tanggal 24 Februari 2022 terus bertambah.
Satu persatu kendaraan tempur rontok dan belasan ribu prajurit Rusia dikabarkan meregang nyawa di tanah Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pasukan-darat-Rusia-Tewas.jpg)