Berita Sumut

Usai Diminta Gubernur Edy Hentikan Operasional, PT SMGP Klaim Tidak Ada Kebocoran Gas H2S

Usai pemberhentian operasional sementara menyusul adanya laporan dugaan kebocoran gas H2S PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kabupaten Madina

HO
Pertemuan PT SMGP dengan Gubernur Sumatera Utara pukul 16.00 WIB di rumah dinas Gubernur, Kamis (10/3/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usai pemberhentian operasional sementara menyusul adanya laporan dugaan kebocoran gas H2S PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kabupaten Mandailing Natal, manajemen SMGP mengklaim tidak ada kebocoran gas H2S dari uji sumur AAE-05.

Coorporate Communication PT SMGP, Yani Siskartika mengatakan tim gabungan yang terdiri dari Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) dan Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara sedang melakukan penyelidikan.

"Tim berkoordinasi dengan pihak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. Tim juga melakukan pengkajian potensi sumber H2S lainnya di sekitar lokasi. SMGP terus memberikan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung," ujarnya, Sabtu (12/3/2022).

Baca juga: Sebelum Ramadan Tiba, Kapolda Sumut Targetkan Capaian Ini ke Polres Jajaran

Baca juga: Kapolres Toba Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Serentak di Indonesia

Yani mengatakan, pada Kamis, 10 Maret 2022, SMGP telah berkoordinasi dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan pemangku kepentingan terkait.

SMGP, kata dia, mendukung keputusan Pemerintah Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk menghentikan sementara uji sumur AAE-05 hingga penyelidikan selesai.

"Sedangkan kegiatan lainnya berjalan normal sesuai anjuran EBTKE," ucapnya.

Yani menuturkan SMGP akan selalu mengikuti Standard Operating Procedure untuk semua kegiatan operasi yang mencakup pengujian sumur, mempertimbangkan tinjauan ketat oleh EBTKE dan bekerja dengan pemangku kepentingan lokal untuk rencana mitigasi yang lebih lengkap dan menyeluruh terkait potensi isu sosial.

Ia juga mengatakan, penyelidikan internal yang dilakukan oleh SMGP tetap menyimpulkan bahwa tidak ada kebocoran gas H2S selama pengujian sumur AAE-05 yang saat itu diduga mengakibatkan gangguan kesehatan pada masyarakat di desa Sibanggor Julu.

"Berdasarkan pantauan terakhir, tidak ada lagi warga yang dirawat di rumah sakit setempat. SMGP berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan kepada masyarakat, termasuk bantuan kesehatan," pungkasnya.

Baca juga: Alina Kabaeva Disebut Jadi Kekasih Rahasia Presiden Rusia Vladimir Putin, Bersembunyi di Negara Ini

Baca juga: Lyodra Ginting Masuk Forbes 30 Under 30 Indonesia 2022, Kalahkan Jennie dan Rose Blackpink

(cr14/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved