Perang Rusia Ukraina
TIDAK hanya Menguasai, Putin Berencana Memusnahkan Ibu Kota Kyiv, seperti Allepo di Suriah
Indikasi terbaik melihat Rusia melakukan pertempuran terakhir untuk kota adalah melihat kehancuran Grozny, di Chechnya, dan di Aleppo, Suriah
TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah gagal menguasai ibu kota Kyiv hingga Invasi Rusia memasuki hari ke-17 I, 12 Maret 2022, diperkirakan Rusia akan mengadakan serangan maha dahsyat yang tidak hanya bertujuan menguasai, tapi lebih dari itu, memusnahkannya.
Saat ini konvoi pasukan Rusia sudah berada 25 km dari ibu kota Kyiv, targetnya yang seharusnya dikuasai 48 jam setelah invasi 24 Februari 2022.
Informasi intelijen yang diunggah Kementerian Pertahanan Inggris, 12 Maret 2022, mengatakan "sebagian besar" pasukan Rusia sekarang berada 25 km (15 mil) dari pusat kota Kyiv.
Disebutkan konvoi besar Rusia di utara ibu kota telah bubar, "kemungkinan untuk mendukung upaya Rusia untuk mengepung ibu kota".
“Itu juga bisa menjadi upaya Rusia untuk mengurangi kerentanan konvoi diserang pasukan Ukraina, yang telah memakan korban signifikan pada pasukan Rusia,” tulis Kemenhan Inggris.
Rusia juga terus membombardir kota-kota lain; Chernihiv, Kharkiv, Mariupol dan Sumy.
Frank Gardner, Koresponden Keamanan BBC khawatir serangan Rusia kali ini tak hanya bertujuan untuk menguasai, tapi lebih dari itu, bertujuan memusnahkan Kyiv.
''Putin jelas tidak sabar. Dan tidak diragukan lagi, Rusia sedang memasuki fase baru konflik ini, '' ujarnya.
Rusia sudah mengumpulkan artiler, peluncur roket, pesawat tak berawak, rudal, dekat dengan kota-kota Ukraina, termasuk ibu kota, Kyiv.
''Mungkin indikasi terbaik tentang bagaimana Rusia akan melakukan pertempuran terakhir untuk kota adalah jika Anda melihat bagaimana mereka bertempur di Grozny, Chechnya, dan di Aleppo, Suriah - perang perkotaan, pertempuran jalanan, tetapi enar-benar menghancurkan kota-kota.''
''Akankah Putin melakukan itu pada Kyiv? Sulit untuk mengatakannya.''
Kyiv bersejarah - itu adalah ibu kota Kekaisaran Kyivan Rus, jauh sebelum Moskow ada.
''Dan jika dia menghancurkan Kyiv, dan berita tentang itu kembali ke Rusia, itu tidak akan populer.
''Tapi saya pikir Putin tidak akan berhenti untuk menundukkan Ukraina sesuai keinginannya. Dia lebih suka memiliki Ukraina yang hancur membara di sampingnya daripada Ukraina bergabung dengan Barat dan Eropa, dengan bergabung dengan UE dan NATO.''
Sedangkan India Today melaporkan parit telah digali untuk menghentikan penjajah Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Benteng-Kyiv.jpg)