Perang Rusia Ukraina
Pembalasan Rusia pada Amerika Imbas Bela Ukraina, Stop Penjualan Roket Ruang Angkasa
Rusia pun tak tinggal diam mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat, negara yang dipimpin Vladimir Putin itu pun balas memberikan sanksi.
TRIBUN-MEDAN.com - Rusia tidak tinggal diam atas perlakuan Amerika dan sekutunya ikut memusuhi Rusia.
Bahkan sejumlah negara eropa ikut-ikutan mengucilkan Rusia.
Di tengah perang yang tak kunjung usai antara Rusia dengan Ukraina, kini hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Rusia makin memanas.
Baca juga: Serangan Baru Rusia di Sumy, 10 Orang Termasuk Anak-anak Tewas| China Bantu Ukraina
Hal itu tak terlepas dari sejumlah sanksi yang diberikan Amerika Serikat kepada Rusia, imbas dari perang di Ukraina.
Baca juga: KABAR GEMBIRA untuk PNS/ASN, Kemendagri Setuju Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)
Negara yang dipimpin Vladimir Putin itu pun balas memberikan sanksi.
Kali ini, Rusia menghentikan penjualan roket ruang angkasa ke Amerika Serikat.
Baca juga: Rusia Dipuji, tapi China Tegas Bantu Ukraina, Donald Trump Memihak Putin
Bahkan, pihak Rusia mengolok-olok Amerika Serikat dengan "sapu terbang" jika ingin menjelajah ruang angkasa.
Kepala Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) Dmitry Rogozin mengatakan, industri peluncuran Amerika Serikat (AS) harus “naik sapu mereka” ke luar angkasa, saat ia mengumumkan diakhirinya penjualan roket dengan perusahaan AS.
Rusia menjual dan memelihara mesin RD-180, yang digunakan pada tahap pertama roket Atlas V United Launch Alliance (ULA), sejak pertengahan 1990-an.
Sejauh ini, dari 122 yang dikirim, 98 telah digunakan.
“Dalam situasi seperti ini (dihantam sanksi) kami tidak dapat memasok AS dengan mesin roket terbaik dunia kami. Biarkan mereka terbang dengan sesuatu yang lain, sapu mereka, saya tidak tahu apa," kata Rogozin di televisi Pemerintah Rusia, sebagaimana dilansir Daily Mail pada Jumat (4/3/2022), dilansir Kompas.com.
ULA sudah mulai bekerja untuk mengganti mesin RD-180 di Atlas V, menandatangani kesepakatan pada 2014 dengan Blue Origin milik Jeff Bezos untuk mesin BE-4.
Selain mengakhiri penjualan mesin ke AS, Rusia menarik diri dari proyek bersama dengan Jerman, dan perjanjian peluncuran dengan Badan Antariksa Eropa, serta mengancam AS dengan diakhirinya kerja sama Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Badan antariksa Rusia juga telah menutupi bendera AS dan Inggris pada roket Soyuz - melukis V untuk mendukung militer negaranya, dan mengumumkan pergeseran menuju pembangunan satelit pertahanan di masa depan.
Ketika Rusia mengirimkan roket ke AS untuk digunakan oleh ULA, mereka diberikan bantuan teknis tentang integrasi dengan roket, untuk memastikan semuanya berjalan lancar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/invasi-ukraina.jpg)