Perang Rusia Ukraina

Serangan Baru Rusia di Sumy, 10 Orang Termasuk Anak-anak Tewas| China Bantu Ukraina

Rusia melancarkan serangan baru ke wilayah Ukraina. Termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara terhadap Sumy.

Editor: Salomo Tarigan
via bbc
Bangunan hancur setelah serangan udara Rusia 

TRIBUN-MEDAN.com - Rusia melancarkan serangan baru ke wilayah Ukraina.

Sejumlah orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara terhadap Sumy.

Baca juga: Rusia Dipuji, tapi China Tegas Bantu Ukraina, Donald Trump Memihak Putin

Hal itu disampaikan administrator militer regional di Facebook, seperti dilansir BBC dan Guardian, Selasa (8/3/2022).

Kyiv Independent juga melaporkan kematian di kota timur laut itu.

Baca juga: ATURAN BARU PCR, Naik Pesawat Domestik Kini Tak Perlu Tes PCR/Antigen, Penjelasan Luhut Panjaitan

Ada anak-anak di antara korban yang tewas setelah serangan udara Rusia di gedung-gedung perumahan di Sumy.

Kepala Administrasi Negara Regional Sumy Dmitry Zhivitsky mengatakan dalam sebuah pesan video di Facebook pada 7 Maret bahwa setidaknya 10 orang tewas akibat serangan Rusia di Sumy.

Kota Sumy telah mendapat serangan luar biasa dari Rusia.

Kota ini merupakan salah satu kota di mana gencatan senjata diusulkan untuk memungkinkan warga sipil melarikan diri pada hari Senin.

Namun, pemerintah Ukraina menolak rencana itu setelah muncul beberapa "koridor kemanusiaan" mengarah ke Rusia atau Belarus.

China Tegas Bantu Ukraina

China menyatakan sikap tegasnya membantu Ukraina yang tengah berkonflik preang dengan Rusia.

Palang Merah China akan memberikan bantuan kemanusiaan ke Ukraina secepatnya.

Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Senin (7/3/2022), seraya memuji persahabatan negaranya dengan Rusia yang solid.

Baca juga: CARA Alami Redakan Batuk Flu, Ramuan dr Zaidul Akbar juga Menyehatkan Tubuh, Mudah Membuatnya

Namun China menolak untuk mengutuk serangan Rusia ke Ukraina, atau menyebutnya sebagai invasi, sambil meminta negara-negara Barat untuk menghormati masalah keamanan sah" Rusia.

Baca juga: Ngakunya Polisi Pangkat Komjen Imingi Bantuan Investasi 20 Miliar, Tipu Seorang Direktur Wanita

Wang menyebutkan, penyebab "situasi Ukraina" adalah "kompleks" dan tidak terjadi dalam semalam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved