Perang Rusia Ukraina

SIKAP NATO Terbaru Bantu Ukraina, Akan Pasok Jet Tempur, Drone, Sistem anti-pesawat Lawan Rusia

Hampir dua pekan berlalu, invasi Rusia terhadap Ukraina hingga pecah perang masih berlangsung antar kedua negara. Kini ada kabar terbaru sikap NATO.

Editor: Salomo Tarigan
AP PHOTO/MARIENKO ANDREW
Tentara Ukraina memeriksa kendaraan militer 

TRIBUN-MEDAN.com - Hampir dua pekan berlalu, invasi Rusia terhadap Ukraina hingga pecah perang masih berlangsung antar kedua negara.

Kini ada kabar terbaru sikap NATO.

Negara-negara NATO yang mendukung Ukraina melawan invasi Rusia mendapat “lampu hijau” untuk mengirim jet tempur sebagai bagian dari bantuan militer mereka.

Baca juga: Beredar Kabar Pegawai Honorer Diangkat Jadi ASN tanpa Tes, BKN Ungkap yang Sebenarnya

Pernyataan tersebut muncul dari Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Minggu (6/2/2022).

Selama ini jet-jet tempur NATO hanya ditempatkan di negara lain yang berbatasan dengan Ukraina.

Dorongan untuk lebih banyak dukungan udara datang ketika Rusia menghancurkan serangkaian kota selatan di Ukraina, menghambat upaya evakuasi dan menyebabkan meningkatnya jumlah kematian dan pengungsian warga sipil.

Militer Ukraina telah menggunakan jet tempur, drone, dan sistem anti-pesawat yang sebagian besar dipasok oleh NATO untuk menjatuhkan pesawat Rusia yang mengebom daerah tersebut.

Baca juga: Beredar Kabar Pegawai Honorer Diangkat Jadi ASN tanpa Tes, BKN Ungkap yang Sebenarnya

“Kami sedang berbicara dengan teman-teman Polandia kami sekarang tentang apa yang mungkin dapat kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka jika, pada kenyataannya, mereka memilih untuk menyediakan jet tempur ini ke Ukraina,” kata Blinken selama wawancara dengan CBS News. Menghadapi Bangsa.”

Namun seruan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk zona larangan terbang di atas negaranya terus tidak mendapat dukungan.

Zelenskyy mengatakan dalam sebuah pidato video pada hari Minggu bahwa "dunia cukup kuat untuk menutup langit kita."

Baca juga: Tak Mampu Kuasai Langit Ukraina, Perlahan Mulai Terungkap, Kelemahan Utama AU Rusia di Medan Perang

Negara-negara NATO telah mengesampingkan pengawasan zona larangan terbang, yang akan melarang semua pesawat tidak sah terbang di atas Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow akan mempertimbangkan deklarasi pihak ketiga tentang zona larangan terbang di atas Ukraina sebagai "keikutsertaan" dalam konflik bersenjata.

 
Blinken juga mengatakan AS dan sekutunya sedang dalam pembicaraan untuk melarang impor minyak Rusia, sebuah langkah yang akan membutuhkan upaya yang berhasil untuk menyediakan "pasokan minyak yang tepat di pasar dunia." Rusia memasok sekitar 30 persen minyak Eropa dan 40 persen gas alamnya.

Selama akhir pekan, militer Rusia terus berupaya mengisolasi kota-kota besar Ukraina, termasuk Kyiv, kata seorang pejabat senior Departemen Pertahanan, Minggu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved