Berita Siantar
GAYA Susanti Dewayani Pimpin Siantar: Pecat 5 Pembantu di Rumah Dinas dan Copot Sejumlah Pejabat
Pelaksanatugas Wali Kota Pematangsiantar, Susanti Dewayani 'gerak cepat' melakukan mutasi pegawai.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pelaksanatugas Wali Kota Pematangsiantar Susanti Dewayani 'gerak cepat' melakukan mutasi pegawai.
Belum genap satu bulan memimpin Kota pematangsiantar, Susanti sudah melakukan kebijakan-kebijakan yang kontroversi.
Setelah mencopot sejumlah pejabat teras di Pemko Pematangsiantar, mantan Direktur RSUD Djasamen Saragih ini turut melakukan pemecatan sampai ke level bawah.
Anehnya, Susanti Dewayani turut memecat sejumlah pekerja di Rumah Dinas Wali Kota Pematangsiantar.
Padahal, pekerja yang di rumah dinas itu bukan status sebagai pegawai negeri.
Sejumlah pekerja di rumah dinas yang dicopot itu terdiri dari juru masak, asisten dapur, petugas kebersihan, pencuci baju, hingga pekerja kebun yang jumlahnya sebanyak 5 orang.
Mak Sela, juru masak Rumah Dinas Wali Kota Pematangsiantar yang diberhentikan itu menyampaikan, ia mendapat informasi akan diberhentikan pada 28 Februari 2022 oleh Kabag Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pematangsiantar.
“Kemudian per 1 Maret 2022 kami diberhentikan. Jadi udah 4 hari kami diberhentikan. Alasan diberhentikan, katanya mau yang baru,” ujar perempuan yang bernama asli Rosdiyah itu, Jumat (4/3/2022) siang.
Baca juga: Polres Labuhanbatu Beri Terobosan Baru Guna Percepatan Vaksinasi
Baca juga: Jelang Laga Perdana Babak 16 Besar, Pelatih dan Pemain PSDS Dalam Kondisi Tidak Fit
Mak Sela menyampaikan, dirinya sendiri bukanlah juru masak yang dibawa Wali Kota Pematangsiantar sebelumnya, Hefriansyah.
Jauh sebelumnya, dirinya sudah bekerja di masa Almarhum Hulman Sitorus menjadi Wali Kota Pematangsiantar atau 11 tahun lalu.
Disinggung terkait pembicaraannya dengan Kabag Umum Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar Arri Sembiring, Mak Sela diberi iming-iming kalau ada pekerjaan, dia dan teman-teman akan dipanggil kembali.
Ia sendiri memanfaatkan gaji yang diperoleh sebagai juru masak untuk membantu biaya anaknya yang mengenyam pendidikan tinggi di Medan.
“Yang diberhentikan saya. Kemudian Dwi yang sehari-hari petugas kebersihan, ada Vivi yang bantu (asisten) saya, kemudian Sofyan yang bekerja di pekarangan, dan Nurlina,” ujar Mak Sela.
Mak Sela berujar, salah satu pekerja yang mungkin merasa turut terbebani karena diberhentikan adalah Vivi.
Sebab asistennya tersebut baru ditinggal suami yang dipanggil Sang Khalik karena sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Susanti-Dewayani-copot-Plt.jpg)