Banjir Langkat

RATUSAN Rumah di Dua Kecamatan Kabupaten Langkat Terendam Banjir

Akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Langkat kemarin malam, ratusan rumah di dua kecamatan terendam banjir.

Penulis: Satia | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/SATIA
Akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Langkat kemarin, ratusan rumah di dua kecamatan terendam banjir. Air sungai meluap merendam Kecamatan Batang Serangan dan Kecamatan Sawit Seberang, Selasa (1/2/2022). 

TRIBUN MEDAN.COM, STABAT - Akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Langkat kemarin malam, ratusan rumah di dua kecamatan terendam banjir.

Air sungai meluap merendam Kecamatan Batang Serangan dan Kecamatan Sawit Seberang, Selasa (1/2/2022).

"Meski air perlahan mulai surut. Namun sampai tadi, masih ada rumah yang terendam banjir," kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat Iwan Sahri, melalui pesan WhatsApp.

Ia mengatakan, kini air sudah mulai surut dan warga membersihkan lumpur yang merendam rumah.

"Banjir yang memasuki pemukiman warga sifatnya hanya melintas, sehingga saat ini banjir sudah surut dan warga beraktifitas membersihkan rumahnya dan dapat beraktifitas seperti biasa," jelas dia.

Untuk di Desa Sei Bamban, masyarakat yang terdampak banjir sekitar 480 rumah di 6 Dusun.

"Ketinggian air berkisar 40-60 cm bervariasi. Hingga tadi, air masih bertahan dan diperkirakan air surut menjelang sore hari," kata dia.

Untuk di Kecamatan Sawit Seberang, kata dia ada 50 rumah warga terdampak akibat hujan deras yang melanda.

"Saat ini banjir sudah surut, hanya 5 sampai 6 rumah yang masih tergenang dengan ketinggian air sekitar 20-30 cm. Masyarakat sudah dapat beraktivitas seperti biasa," jelas dia.

Saat ini, BPBD masih mendirikan posko siaga, mengantisipasi terjadinya banjir susulan.

"Untuk di Desa Alur Gadung, ada 2 dusun yang terdampak banjir. Pihak desa sedang melakukan pendataan warga yang terdampak. Pihak BPBD, masih terus melakukan pendataan dan mendirikan posko siaga," jelasnya.

Diakui dia, banjir diakibatkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengakibatkan volume debit air sungai Batang Serangan, meningkat dan melimpas serta menggenangi pemukiman warga.

Tinggi muka air Sungai Batang Serangan, saat ini sudah mulai menurun, sehingga air yang menggenangi pemukiman warga juga sudah mulai surut. Namun, di beberapa lokasi air masih menggenangi halaman rumah warga dengan ketinggian air yang bervariasi.

"Meski perlahan air mulai turun. Kami berharap warga meski tetap meningkatkan kewaspadaan. Sebab, hasil monitorin perakiraan cuaca dari website BMKG hujan diperkirakan masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Kita juga berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan pihak Desa, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," terangnya.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved