Perang Rusia Ukraina
Presiden Amerika Joe Biden Isyaratkan Perang Dunia Ketiga karena Putin, Rusia Bayar Harga
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan bahwa satu-satunya alternatif untuk memberikan sanksi kepada Rusia
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan bahwa satu-satunya alternatif untuk memberikan sanksi kepada Rusia demi menghukumnya karena melancarkan 'invasi' ke Ukraina, akan menjadi awal dari 'Perang Dunia Ketiga'.
"Anda memiliki dua pilihan, memulai Perang Dunia Ketiga atau berperang dengan Rusia 'secara fisik'. Pastikan bahwa negara yang bertindak sangat bertentangan dengan hukum internasional ini, akhirnya membayar harga karena telah melakukan invasi," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: SOROTAN Chelsea vs Liverpool, Pertarungan Pelatih Sesama Jerman Thomas Tuchel dan Jurgen Klopp
Baca juga: Pernyataan Kolega Vladimir Putin, Konglomerat Rusia Roman Abramovich Lepas Kepemilikan Chelsea
Ia kemudian menjelaskan bahwa penerapan sanksi alternatif ini bukan melalui cara 'mencopot begitu saja Presiden Rusia Vladimir Putin dari posisinya saat ini'.
"Tidak ada sanksi yang langsung, ini tidak seperti Anda dapat memberikan sanksi kepada seseorang dan mengatakan bahwa 'Anda tidak lagi dapat menjadi Presiden Rusia'. Tapi saya pikir sanksi ini, saya tahu sanksi ini adalah sanksi yang paling luas. dalam sejarah, dan sanksi ekonomi serta sanksi politik," jelas Biden.
Biden kemudian menekankan, 'tujuannya sejak awal' adalah untuk menjaga NATO dan Uni Eropa (UE) 'pada halaman yang sama'.
"Karena satu hal yang menurut saya bisa dilakukan oleh Putin adalah memecah NATO, menciptakan celah besar untuk ia lewati. Dan itu tidak akan terjadi jika anda membulatkan suara yang lengkap. Dan Rusia akan membayar harga yang serius untuk jangka pendek dan jangka panjang ini, terutama jangka panjang," tegas Biden.
Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (27/2/2022), jika AS dengan sekutu Eropa dan Asianya membangun kemitraan keamanan yang berkembang antara NATO, Finlandia serta Swedia, maka Putin 'akan menghasilkan efek sebaliknya dari yang ia inginkan'.
"Yang saya tahu adalah bahwa kita harus tetap berada di jalur dengan sekutu kita yang lain. Dan sementara itu, kita memasok persenjataan pertahanan dan bantuan ekonomi ke Ukraina," papar Biden.
Perlu diketahui, Rusia memulai operasi militer di Ukraina pada Kamis lalu, bersama dengan sekutunya, Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR) yang bertujuan untuk melakukan 'demiliterisasi dan denazifikasi' Ukraina.
"Tujuan dari operasi ini adalah untuk melindungi orang-orang yang selama 8 tahun terakhir telah menghadapi penghinaan dan genosida yang dilakukan oleh rezim Ukraina," kata Putin.
Sebelumnya, AS dan sekutunya telah menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap pejabat Rusia, pengusaha, bank dan seluruh sektor ekonomi atas operasi militer negara itu yang sedang berlangsung di Ukraina, yang disebut oleh Putin sebagai 'operasi militer khusus'.
Baca juga: Pernyataan Kolega Vladimir Putin, Konglomerat Rusia Roman Abramovich Lepas Kepemilikan Chelsea
Baca juga: Cek Spesifikasi Oppo Terbaru Diluncurkan Maret: Oppo Reno7, Oppo Reno7 5G dan Oppo Reno7 Z 5G
Rusia Tutup WIlayah Udara
Rusia telah menutup wilayah udaranya untuk pesawat dari Bulgaria, Polandia dan Republik Ceko sebagai tanggapan atas tindakan tidak bersahabat dari otoritas penerbangan mereka.
Pernyataan ini disampaikan oleh Badan Federal untuk Transportasi Udara Rusia, dalam sebuah pernyataan pada Sabtu kemarin.
"Mengingat tindakan tidak bersahabat yang diambil oleh otoritas penerbangan Bulgaria, Polandia dan Republik Ceko, pembatasan diberlakukan pada maskapai mereka dan maskapai yang terdaftar di negara-negara ini pada 26 Februari 2022, pukul 15.00 waktu Moskwa, yang menyangkut penerbangan ke Rusia dan penerbangan transit melalui wilayah udara Rusia," bunyi pernyataan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/invasi-ukraina.jpg)