Rusia vs Ukraina

Rusia Luncurkan Serangan Rudal, Ukraina Umumkan Status Darurat Nasional

Ukraina resmi memberlakukan status darurat nasional menyeusul kian intensnya ancaman invasi yang dilakukan oleh Rusia.

Editor: AbdiTumanggor
facebook
Tank Rusia memasuki Donetsk yang dikuasai pemberontak Pro Rusia setelah Putin memerintahkan pasukan menyerbu Ukraina 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kabar Terkini Rusia Bombardir Ukraina.

Kini, Ukraina resmi memberlakukan status darurat nasional menyeusul kian intensnya ancaman invasi yang dilakukan oleh Rusia.

Asap membubung usai ledakan di desa Novohnativka, wilayah Donetsk, tak jauh dari pos militer Ukraina di garis depan melawan separatis yang didukung Rusia, Sabtu (19/2/2022).
Asap membubung usai ledakan di desa Novohnativka, wilayah Donetsk, tak jauh dari pos militer Ukraina di garis depan melawan separatis yang didukung Rusia, Sabtu (19/2/2022). (AFP/ANATOLII STEPANOV)

Sebagaiaman kabar terbaru pada Rabu (23/2/2022), Presiden Rusia Vladimir Putin deklarasikan perang dengan Ukraina. Hal itu menurut laporan dari New York Post.

Putin mengklaim Rusia sedang melakukan operasi militer khusus untuk mendemiliterisasi Ukraina.

Tak lama setelah pidato Putin di televisi yang ditayangkan sebelum pukul 6 pagi waktu setempat, suara ledakan terdengar di Kramatorsk, Ukraina.

Kemudian diikuti suara ledakan dan tembakan artileri di Kharkiv, Odessa, Mariupol, dan ibu kota Kiev.

Semuanya ledakan rudal itu di kota besar di Ukraina.

Truk-truk tentara Rusia memasuki Ukraina 24 Februari 2022
Truk-truk tentara Rusia memasuki Ukraina 24 Februari 2022 (facebook)

Putin mengatakan, Rusia tidak berniat menduduki Ukraina dan menyalahkan pemerintah negara tetangganya itu atas potensi pertumpahan darah.

Dia mengancam negara-negara yang mencoba mengganggu tindakannya bakal menghadapi konsekuensi yang belum dilihat.

Dalam pidatonya Putin berbicara kepada pasukan Ukraina, mendesak mereka untuk meletakkan senjata.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden kemudian merilis pernyataan tak lama setelah aksi militer dimulai, dengan menyebut agresi itu sebagai serangan tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan oleh Rusia.

"Putin telah memilih perang yang direncanakan yang akan membawa korban jiwa dan penderitaan manusia," katanya pada Rabu (23/2/2022) malam.

“Rusia sendiri yang bertanggung jawab atas kematian dan kehancuran yang ditimbulkan oleh serangan ini, dan Amerika Serikat serta para sekutu dan mitranya akan merespons dengan cara yang bersatu dan tegas. Dunia akan menuntut pertanggungjawaban Rusia.”

Biden berujar, dia akan memantau situasi dari Gedung Putih pada Rabu malam dan berencana bertemu para mitra dari G7 pada Kamis (24/2/2022) pagi, untuk mengumumkan sanksi lebih lanjut dari AS dan sekutunya atas serangan Rusia ke Ukraina.

(*/tribun-medan.com/ kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved