Konflik Rusia Ukraina

Putin Kerahkan Mobil Pembakaran Mayat, Inggris Sebut Tentara dan Rakyat Rusia Harus Khawatir

"Ini mungkin mengatakan semua yang perlu Anda ketahui tentang rezim Rusia," kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace.

Mirror.co.uk
Krematorium keliling yang ditempatkan Rusia bersama tentara yang bersiap perang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kementerian Pertahanan Inggris merilis foto-foto krematorium keliling Rusia, yang terlihat berjalan di belakang pasukan menuju Ukraina.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace menggambarkan penggunaan alat ini untuk konflik di masa depan sebagai hal yang "mengerikan".

Ia menduga pasukan Rusia yang menginvasi Ukraina akan menggunakan alat pembakar itu untuk membantu menyamarkan jumlah korban yang ditimbulkan jika pertempuran akhirnya pecah.

“Sebelumnya mereka telah mengerahkan krematorium bergerak untuk mengikuti pasukan di sekitar medan perang, yang menurut siapa pun pastilah mengerikan," katanya kepada The Telegraph seperti dikutip Mirror, Rabu (24/2/2022).

"Jika saya adalah seorang tentara dan tahu bahwa jenderal saya hanya memiliki sedikit kepercayaan pada saya sehingga membuat saya di sekitar medan perang dengan krematorium bergerak, atau jika saya adalah ibu atau ayah dari seorang putra (tentara), yang berpotensi ditempatkan ke zona pertempuran, dan pemerintah saya berpikir bahwa cara untuk menutupi kerugian adalah krematorium keliling, saya akan sangat, sangat khawatir."

Baca juga: Kepala Mata-mata Rusia Gugup Digertak Putin: Bicaralah Dengan Jelas, Sergei!

Baca juga: Kekayaan Misterius Vladimir Putin: Istana dan 19 Rumah, 700 Mobil, Serta Kapal Pesiar Super

Menurutnya, krematorium keliling pasti akan memberikan efek yang mengerikan kepada tentara karena mengetahui alat yang berjalan di belakang mereka itu dapat "menguapkan" jika Anda terbunuh dalam pertempuran.

"Ini mungkin mengatakan semua yang perlu Anda ketahui tentang rezim Rusia," katanya.

Krematorium keliling yang dibawa tentara Rusia.
Krematorium keliling yang dibawa tentara Rusia. (Mirror.co.uk)

Ben Wallace mengatakan, Vladimir Putin telah membuat kesalahan dengan tidak memiliki sekutu dalam tindakannya, membandingkannya dengan Tsar Nicholas I selama Perang Krimea.

Wallace, mantan perwira Pengawal Skotlandia, mengatakan resimennya telah "menendang bagian belakang" tsar di Krimea dan "kita selalu bisa melakukannya lagi".

Mantan Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen juga mengatakan bahwa Putin bisa disingkirkan.

"Perilaku Rusia saat ini tidak rasional, tidak logis, jadi saya tidak akan mengesampingkan kemungkinan bahwa Putin menjadi gila," kata mantan perdana menteri Denmark itu kepada ITV.

"Dan kami baru-baru ini melihat bagaimana dia benar-benar mempermalukan para penasihatnya, jadi saya tidak berpikir kita di hadapkan dengan seorang pria yang berpikir rasional," katanya. (Mirror.co.uk)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved