PERTAMA DI DUNIA Transplantasi Jantung Babi ke Pasien Manusia Sukses Dilakukan

Ahli bedah berhasil mentransplantasikan jantung babi yang direkayasa secara genetik ke pasien manusia, menjadikannya yang pertama dari jenisnya.

Editor: Salomo Tarigan
Kolase University of Maryland Medical Center via Tribun sumsel
Transplantasi Jantung Babi ke Pasien Manusia 

TRIBUN-MEDAN.com - Ahli bedah di Maryland, Amerika Serikat (AS) pada awal bulan ini berhasil mentransplantasikan jantung babi yang direkayasa secara genetik ke pasien manusia, menjadikannya yang pertama dari jenisnya.

Dengan demikian, percobaan ini memberikan harapan terkait kemungkinan perluasan xenotransplantasi sebagai hasilnya.

Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (28/1/2022), pasien berusia 57 tahun itu dilaporkan baik-baik saja pasca transplantasi dan kini masih dalam masa pemulihan.

Sementara itu, ada kabar yang menyebut bahwa zat tak terduga seperti kokain, telah membantu organ yang digunakan dalam transplantasi jantung babi ke manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya di Baltimore, agar tetap segar sebelum diberikan kepada tubuh penerimanya.

Menurut laporan tersebut, Direktur Xenotransplantasi University of Maryland Medical Center, Dr. Muhammad Mohiuddin mengatakan bahwa sebelum tiba di AS, jantung diproduksi oleh lab perusahaan Revivicor.

Ahli bedah Bartley P. Griffith bersama pasiennya, David Bennett, pada awal Januari 2022 lalu sebelum melakukan operasi transplantasi jantung babi.
Ahli bedah Bartley P. Griffith bersama pasiennya, David Bennett, pada awal Januari 2022 lalu sebelum melakukan operasi transplantasi jantung babi. (UNIVERSITY OF MARYLAND SCHOOL OF MEDICINE VIA BBC NEWS INDONESIA)

Kemudian diubah sehingga DNA-nya akan lebih cocok untuk inang manusia, lalu diperkaya dengan obat oleh perusahaan teknologi medis Swedia XVIVO.

Penggunaan obat ini dijelaskan oleh fakta bahwa organ transplantasi biasanya diperoleh dari jarak yang jauh lebih dekat karena organ ini dapat memburuk dalam viabilitas secara cepat setelah berada di luar tubuh.

Selanjutnya, kokain dicampur dengan hormon lain, seperti kortisol dan adrenalin untuk menjaga jaringan hidup agar tidak rusak selama perjalanan panjang ke Maryland hingga 24 jam.

Kokain tersebut sengaja didatangkan untuk digunakan dalam operasi, setelah melewati proses permohonan izin yang berlarut-larut dengan badan antinarkoba AS.

"Agak repot tapi itu prosedur rutin saat mengimpor zat yang dikendalikan. Saat kami tidak menggunakan solusi ini, kami mengalami kegagalan dalam waktu 48 jam. Namun ketika kami mulai menggunakan ini dan memasukkan jantung melalui solusi ini, jantung menjadi terpelihara dengan baik dan mulai berdetak dengan sangat baik," kata Mohiuddin.

Mohiuddin juga menyarankan agar campuran yang mengandung kokain digunakan secara luas dalam prosedur transplantasi lainnya di seluruh negeri.

"Akan menjadi kemajuan besar jika proses ini disetujui oleh badan pengatur di sini juga, karena kami biasanya tidak bisa mendapatkan jantung dalam rentang 2 hingga 3 jam. Ini akan memungkinkan kita untuk mendapatkan jantung dari negara bagian lain," jelas Mohiuddin.

Menurutnya, transplantasi telah membuka kemungkinan untuk menyelamatkan hidup ribuan orang dalam daftar transplantasi organ nasional di AS yang mengalami krisis kelangkaan organ yang ekstrim.

"Hampir 150.000 orang kehilangan nyawa mereka hanya dalam setahun di AS. Anda dapat menghitung berapa banyak lagi di seluruh dunia yang kehilangan nyawa hanya karena organ tidak tersedia. Jika teknik ini berhasil, kami akan dapat selamatkan hampir semuanya," papar Mohiuddin.

Terkait keberhasilan yang dicapai baru-baru ini, para dokter di AS saat ini berharap untuk melihat lebih banyak penggunaan kokain di pusat-pusat transplantasi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved