Puncak Varian Omicron Diprediksi Awal Februari, Menteri Luhut: Tidak Perlu Saling Menyalahkan

Hasil pengamatan pemerintah, varian Omicron akan mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, atau lebih cepat dari varian Delta.

Editor: Juang Naibaho
Justin TALLIS /AFP via tribunnews
Ilustrasi virus corona varian omicron yang diprediksi akan mencapai puncak penyebaran di Indonesia pada awal Februari. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus positif Covid-19 varian Omicron terus mengalami peningkatan beberapa waktu terakhir.

Puncak gelombang varian Omicron diprediksi akan terjadi pada awal Februari mendatang.

Hasil pengamatan pemerintah, varian Omicron akan mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, atau lebih cepat dari varian Delta.

"Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari. Sebagian besar kasus yang terjadi diperkirakan akan bergejala ringan, sehingga nanti strateginya juga akan berbeda dengan varian Delta," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: PANTAS Saja Ashanty Terpapar Covid 19, Ternyata Turki Dilanda Omicron Hebat, 60 Ribu Kasus per Hari

Baca juga: KINI Muncul Deltacron, Varian Covid 19 Gabungan Omicron dan Delta, Sudah Ada 25 Kasus

Luhut menambahkan, Indonesia saat ini dinilai jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omicron.

Dimana tingkat vaksinasi dalam negeri sudah lebih tinggi dari Juli tahun lalu.

Disusul dengan kapasitas testing dan tracing Indonesia yang juga dinilai jauh lebih tinggi daripada tahun lalu.

"Sistem kesehatan kita juga sudah lebih siap, baik dalam hal obat-obatan termasuk molnupiravir dari Merck yang sudah didatangkan Menkes, tempat tidur RS, tenaga kesehatan, oksigen, dan fasilitas isolasi terpusat jauh lebih bagus saat ini," imbuh Luhut.

Oleh karenanya, dengan berbagai kesiapan tersebut, serta dari pengalaman yang lalu, Luhut meyakini bahwa kasus diperkirakan tidak akan meningkat setinggi negara lain.

Namun, hal tersebut dapat dicapai dengan catatan semua masyarakat harus disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan terutama dalam mencegah penyebaran varian omicron.

"Saya harapkan kita semua kompak, tidak perlu saling menyalahkan karena ini sesuatu yang tidak bisa dihindari, tapi kita bisa memitigasi sehingga dalam keadaan terkendali atau dampak yang minimal," jelasnya.

Kembali Luhut menekankan, kasus Covid-19 di Indonesia kemungkinan akan naik, tapi masyarakat diminta tidak panik.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada terutama dalam menghadapi varian omicron.

"Kami akan terus memonitor secara ketat perkembangan kasus dan akan mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan. Perawatan di RS akan menjadi salah satu indikator utama. Kami akan high alert ketika BOR mendekati 20-30 persen di RS," imbuhnya.

Senada, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprediksi lonjakan kasus Covid-19 akibat penularan varian Omicron terjadi pada pekan kedua Februari 2022.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved