BEDA Corona Varian Omicron Mungkin dari Flu Biasa, Ahli Epidemiologi Tekankan Hal Ini, Cek Gejalanya

Ahli Epidemiologi luruskan pendapat soal varian baru mutasi virus corona yang disebut Omicron

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Dok/ TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Anggota Brimob Polda Sumut menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan karantina pasien Covid-19, di Eks Hotel Soechi, di Jalan Cirebon, Medan. Foto diambil belum lama ini 

- 39 persen melaporkan bersin sebagai gejala;

- 41,6 persen melaporkan sakit kepala;

- 43 persen pilek;

- 43,7 persen mengalami kelelahan;

- 61,9 persen mengalami demam.

Baca juga: Kisah Pilu Nenek Rodiah Usia 72 Tahun Dipolisikan 5 Anaknya Gara-gara Harta Warisan

Meskipun sebagian kecil responden menunjukkan tanda-tanda penyakit, penelitian ini menambah banyak bukti bahwa vaksin sangat efektif melawan penyakit terobosan.

Hanya 0,5 persen dari pasien yang divaksinasi satu kali dan 0,2 persen pasien yang divaksinasi penuh dalam penelitian ini dinyatakan positif Covid-19.

Penelitian ini juga menemukan bahwa infeksi lebih mungkin muncul tanpa gejala pada mereka yang sudah divaksinasi penuh.

Selain itu, mereka yang telah menerima kedua suntikan vaksin juga hanya memiliki setengah kemungkinan untuk memiliki gejala berkepanjangan yang dikenal sebagai Long-Covid.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Dikutip dari Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi

Baca Selanjutnya: Omicron

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved