Inspirasi Bisnis

'Sulap' Batu Akik Jadi Bros, Pengusaha Wanita Ini Raup Omzet Jutaan Rupiah Tiap Bulan

Putri Gabe adalah sosok wanita muda sekaligus pengusaha sukses yang berhasil 'menyulap' batu akik menjadi bros

TRIBUN MEDAN/ANGEL AGINTA SEMBIRING
Putri Gabe, pengusaha muda yang berhasil 'menyulap' batu akik menjadi bros, Minggu (28/11/2021). Dari usahanya ini, Putri Gabe bisa marup omzet jutaan rupiah.(TRIBUN MEDAN/ANGEL AGINTA SEMBIRING) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Putri Gabe adalah sosok wanita muda sekaligus pebisnis yang punya penghasilaan jutaan dari karya seninya.

Putri Gabe berhasil 'menyulap' batu akik jadi bros siap pakai yang cantik dan menawan.

Saat diwawancarai, Putri Gabe mengatakan mulanya ia senang membuat kerajinan tangan origami.

Baca juga: Bongkar Isi Amplop Saat Datang ke Kondangan, Femmy Permatasari Sebut akan Beri Cek Untuk Orang Ini

"Mulanya tahun 2009 saya punya hobi membuat origami, akhirnya terus berkembang menjadi hobi yang menghasilkan dari kerajinan tangan sampai sekarang membuka usaha bros batu akik dan ulos dari inspirasi yang unik," tuturnya pada Tribun Medan, Minggu (28/11/2021). 

Ia mengatakan, dirinya tertarik mengubah image batu akik, yang selama ini identik dengan pria.

Putri Gabe berhasil membuktikan, bahwa wanita juga bisa memakai batu kaki, tapi dengan cara yang berbeda.

"Batu ini kan biasanya dipakai bapak-bapak. Nah, jadi kepikiran kaum ibu-ibu nya kapan nih, akhirnya saya buatlah menjadi bros batu akik agar bisa dipakai kaum ibu," ujarnya. 

Baca juga: Total Aset PermataBank Bertumbuh Rp 212,9 Triliun di Semester Pertama, Akan Kedepankan Digitalisasi

Sejak tahun 2015, Putri Gabe sudah membuat sendiri bros dari batu kakik.

Bahkan, ia masuk dalam kategori pengusaha bros batu akik di Kota Medan.

Namun, lanjut Putri Gabe, sejak pandemi ini memang omzetnya sedikit melandai.

Hanya saja, sebelum pandemi, ia mampu meraih omzet Rp 7 juta hingga Rp 15 juta perbulannya. 

"Tetapi pandemi gini untuk dapat Rp 5 juta aja lumayan payah ya, karena sebelumnya juga banyak permintaan itu kan dari hantaran pernikahan," imbuhnya. 

Namun, Putri Gabe merasa bersyukur di masa pandemi Covid-19, usaha yang dikembangkannya masih bisa dijajakan dari bazaar yang diselenggarakan di Kota Medan. 

Begitu pula permintaan untuk menjadi cendera mata konsumen hingga ke Turki, Korea Selatan dan Malaysia.(cr9/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved