VIRUS Corona Baru Varian Omicron Lebih Cepat Menular, Bisa Diatasi dengan Vaksinasi?
Varian ini dianggap cukup mengkhawatirkan karena langsung ditetapkan sebagai varian of concern (VOC). Varian ini bersifat cepat menular
Dan ini harus dipatuhi oleh masyarakat.
Baca juga: BERITA PERSIB Hari ini: Abdul Aziz akan Gantikan Posisi Mohammed Rashid, Laga Persib vs Arema FC
"Penerapan ppklm level 3 agar dipatuhi, kurangi mobilitas dan tahan diri tetap prokes serta yang belum di vaksin jangan pilih pilih vaksin," pungkasnya.
Cukup dengan Vaksin?
Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan untuk menghadapi varian ini.
Pertama adalah melakukan mitigasi yang tepat.
Sejauh ini, Dicky berpendapat jika pemerintah sudah benar melakukan PPKM bertingkat.
Begitu pula pada Natal dan Tahun Baru mendatang yang telah menetapkan regulasi soal pembatasan.
Baca juga: SERING PUSING Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung, Ini Manfaat Kacang Kedelai Selain Cegah Diabetes
Namun ada yang harus dilakukan lagi yaitu percepatan program vaksinasi Covid-19.
"Penting sekali, karena kasus Omicron ini dominan pada orang yang belum divaksinasi di Afrika Selatan," ungkapnya saat ditanyai Tribunnews, Sabtu (27/11/2021).
Dicky menambahkan jika Vaksin Covid-19 masih cukup efektif menghadapi varian ini.
Hanya saja, ia menekankan lagi.
Bahwa Efikasi yang dimaksud adalah mencegah keparahan dan angka kematian.
Efikasi vaksin Covid-19 tidak sampai untuk mencegah terinfeksi atau menularkan pada orang lain.
Dicky pun menyarankan pemerintah untuk mengupayakan program vaksinasi.
"Cakupannya harus lebih dari 90 persen menurut saya. Kedua adalah penerapan 3T, 5M dan survelen genomic dan survelen lainnya di bawah payung PPKM bertingkat harus ditingkatkan di akhir tahun sampai 2022," katanya lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/29092021_vaksin_massal_danil_siregar-4.jpg)