Kesehatan

SERING PUSING Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung, Ini Manfaat Kacang Kedelai Selain Cegah Diabetes

Apakah Anda sering pusing-pusing. Selain pusing dan nyeri dada, ini gejala penyakit jantung yang wajib Anda ketahui.

Editor: Salomo Tarigan
Ilustrasi/shutterstock via HelloSehat
Serangan Jantung 

TRIBUN-MEDAN.com - Apakah Anda sering merasa pusing-pusing.

Selain pusing dan nyeri dada, inilah gejala penyakit jantung yang wajib Anda ketahui.    

Baca juga: TERKUAK Sosok Lettu Bayu, Suami Anggiat Pasaribu Dikabarkan Ditahan, Keluar Kota tanpa Izin Komandan

Baca juga: KINI Artis Nirina Zubir Dapat Serangan Balik dari Mantan ART, Riri Khasmita Laporkan Penyekapan

Gejala penyakit jantung perlu selalu Anda waspadai.

Dengan begitu, Anda bisa menentukan langkah perawatan seperti apa yang Anda butuhkan.

Jika terlambat ditangani, bisa saja Anda mengalami masalah lain yang lebih parah.

Anda harus lebih fokus terhadap kondisi Anda bila memiliki beberapa faktor risiko penyakit jantung.

Baca juga: Padahal Sudah Damai, Kini Suami Anggiat Pasaribu Diperiksa POM TNI Setelah Cekcok Istri di Bandara

Mulai dari kelebihan berat badan atau obesitas, diabetes, jumlah kolesterol dan tekanan darah tinggi, serta faktor risiko yang lain.

Apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini berulang kali, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter, ya. Dengan begitu, Anda bisa mendapat perawatan yang tepat. Jangan lupa pula untuk selalu menerapkan pola hidup sehat, seperti olahraga, berhenti merokok, dan lain-lain.

Detak Jantung Tak beraturan

Detak jantung tak beraturan memang bisa terjadi karena banyak hal. Mulai dari kurang tidur, terlalu banyak mengonsumsi kopi, atau melakukan aktivitas berat.

Namun, Web MD (webmd.com) menyebutkan bahwa hal itu juga bisa terjadi karena penyakit jantung.

Baca juga: Jadwal Liga Inggris: Chelsea vs Man United, Pertaruhan Romelu Lukaku Lawan Mantan Klub

Produksi Keringat Meningkat

Salah satu gejala penyakit jantung adalah produksi keringat meningkat.

Gejala penyakit jantung berikutnya yang perlu Anda waspadai adalah produksi keringat meningkat. Segera hubungi tenaga medis apabila Anda mengalami kondisi itu dibarengi dengan ciri-ciri penyakit jantung yang lain.

Nyeri Dada

Nyeri dada adalah tanda penyakit jantung yang paling umum terjadi. Biasanya, nyeri dada karena penyakit jantung berlangsung lebih lama dari nyeri dada karena faktor lain. Bahkan, kondisi itu bisa Anda alami meski Anda tak sedang melakukan kegiatan apa pun.

Sakit di Lengan

Tidak hanya terasa di bagian dada, Web MD menambahkan bahwa rasa sakit akibat penyakit jantung juga bisa menjalar ke bagian tubuh yang lain, seperti lengan.

Artinya, jangan abaikan rasa sakit yang Anda alami di tubuh Anda, ya.

Mudah Lelah

Gejala penyait jantung berikutnya yang perlu Anda waspadai adalah kondisi tubuh Anda yang mudah lelah.

Padahal, kegiatan yang sedang Anda lakukan biasanya tak menimbulkan kelelahan hebat. Apabila Anda mengalami hal tersebut, usahakan untuk mengonsultasikannya ke dokter.

Pusing

Pusing termasuk gejala penyait jantung.

Baca juga: UPDATE Kondisi Papua Setelah KKB Dipukul Mundur Tim TNI dari Suru-Suru, Perintah Jenderal Dudung

Selanjutnya, pusing juga termasuk dalam daftar ciri-ciri penyakit jantung. Karena kondisi jantung bermasalah, fungsi jantung untuk memompa darah hingga kepala tak berjalan dengan benar.

Hal itulah yang membuat Anda merasa pusing.

Selain itu, sesak napas juga bisa Anda alami.

Khasiat Kacang Kedelai Bisa Cegah Penyakit Jantung

Banyak obat diabetes alami yang dapat menurunkan gula darah.

Obat ini dapat menekan penyakit diabetes. 

Satu obat diabetes yang cukup ampuh menurunkan gula darah yakni kacang kedelai.  

Bukan hanya diabetes, kedelai kerap dihubungkan dengan penyakit jantung.

Berdasarkan penelitian, kedelai bisa menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung

Kedelai, kacang-kacangan yang menyimpan banyak mineral dan vitamin. 

Salah satu kandungan mineral dalam kedelai adalah isoflavon yang dipercaya bisa menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung. 

Khasiat kacang kedelai
Khasiat kacang kedelai (Pixabay)

Baca juga: Padahal Sudah Damai, Kini Suami Anggiat Pasaribu Diperiksa POM TNI Setelah Cekcok Istri di Bandara

Mengutip dari Sciencedaily.com, ilmuwan nutrisi yang dipimpin oleh Young-Cheul Kim di Universitas of Massachusetts Amherst mengidentifikasi hubungan antara kedelai dengan risiko diabetes serta penyakit jantung

Kim mengatakan makanan yang dikonsumsi memberikan dampak luar biasa pada kesehatan. 

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa diet bisa mengubah jumlah salinan gen tertentu yang mengarah pada perubahan biologis. 

Dalam percobaannya dengan sel tikus, Kim mempelajari bagaimana sel lemak berkembang dalam tubuh dan rekannya berfokus pada daidzein, salah satu dari dua isoflavon utama yang ditemukan dalam kedelai. 

Banyak pengamatan epidemiologi dan studi klinis manusia telah menunjukkan bahwa menambahkan kedelai ke dalam makanan dihubungkan dengan risiko diabetes yang lebih rendah serta peningkatan sensitivitas insulin, dan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. 

Namun, sampai sekarang jaringan target langsung dan jalur molekuler kedelai yang memberikan efek anti-diabetes tidak dipahami dengan jelas. 

Kim bersama dengan rekan di Southern Illinois University, dan peneliti dari Universitas Tennessee dan Florida, sebelumnya telah menemukan bahwa isoflavon bisa mengurangi keparahan diabetes pada model hewan penyakit dengan meningkatkan aktivitas regulator transkripsi tertentu dalam jaringan lemak. 

Untuk studi saat ini, mereka berhipotesis bahwa daidzein dan metabolitnya, equol, adalah bagian dari proses aktivasi ini.

Mereka menemukan bahwa daidzein dan equol meningkatkan diferensiasi adiposit, atau pembentukan sel lemak, melalui aktivasi regulator transkripsi kunci, reseptor yang sama yang memediasi efek sensitisasi insulin dari obat anti-diabetes. 

Jadi, daidzein dan equol daidzein dan equol tampaknya bekerja dengan cara yang sama seperti obat anti-diabetes yang saat ini ada di pasaran. 

Temuan mereka dipublikasikan dalam Journal of Nutritional Biochemistry versi online September.

“Hasil kami menunjukkan bahwa isoflavon kedelai memberikan efek anti-diabetes dengan menargetkan faktor transkripsi spesifik sel lemak dan molekul pensinyalan hilir yang penting untuk penyerapan glukosa dan dengan demikian sensitivitas insulin,” catat Kim. 

Baca juga: Padahal Sudah Damai, Kini Suami Anggiat Pasaribu Diperiksa POM TNI Setelah Cekcok Istri di Bandara

Baca juga: Lebih Menular Varian Baru Covid-19 B.1.1.52, Singapura Batasi Pendatang

Temuan baru tersebut membantu memahami mekanisme seluler. 

Yaitu, bagaimana senyawa aktif biologis dalam kedelai ini berinteraksi untuk mengatur dan memulai fungsi metabolisme dan biologis.

Hasil menunjukkan bahwa daidzein dan equol meningkatkan diferensiasi adiposit dengan mengaktifkan reseptor spesifik. 

Respon hilir termasuk peningkatan ekspresi tiga protein, menghasilkan peningkatan penyerapan glukosa dan sensitivitas insulin.

“Meskipun beberapa detail masih harus dikerjakan, data kami memberikan dasar molekuler tambahan untuk mekanisme aksi sensitisasi insulin oleh isoflavon kedelai,” kata Kim.   

“Temuan baru ini membantu mengisi kesenjangan kritis antara pengamatan epidemiologis dan studi klinis tentang manfaat anti-diabetes dari diet kedelai.” tambahnya. 

Studi masa depan akan memperluas pekerjaan ke kultur utama sel manusia melalui kolaborasi dengan para peneliti di Pioneer Valley Life Science Institute dan Baystate Medical Center di Springfield.

Baca juga: SERING PUSING Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung, Ini Manfaat Kacang Kedelai Selain Cegah Diabetes

Jika direplikasi, penelitian dapat melanjutkan ke pekerjaan lebih lanjut dalam sistem seluruh tubuh. 

Padahal Sudah Damai, Kini Suami Anggiat Pasaribu Diperiksa POM TNI Setelah Cekcok Istri di Bandara

(TRIBUN-MEDAN.com/kontan)

Baca juga: UPDATE Kondisi Papua Setelah KKB Dipukul Mundur Tim TNI dari Suru-Suru, Perintah Jenderal Dudung

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved