Penanganan Cepat Mengatasi Penyakit Demam Berdarah dan Gejala Demam Berdarah
Berikut penanganan demam berdarah (DBD) sebelum fatal. Pemnyakit demam berdarah dari penularan nyamuk.
TRIBUN-MEDAN.com - Berikut penanganan demam berdarah (DBD) sebelum fatal. Pemnyakit demam berdarah dari penularan nyamuk.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu penyakit sangat perlu diwaspadai di musim hujan.
Penyakit ini ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypty betina yang terinfeksi virus dengue.
Penanganan medis yang tepat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi DBD dan berisiko fatal.
Berikut cara penanganan demam berdarah:
Gejala demam berdarah
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Nurhasan Agung Prabowo, Sp.PD., M.Kes. lewat laman resmi Rumah Sakit UNS menjelaskan, ada tujuh gejala DBD yang pantang disepelekan.
Ciri-ciri demam berdarah ini bisa dikenali lewat pendarahan, nyeri, gangguan pencernaan, sampai syok. Berikut beberapa di antaranya:
- Demam tinggi, mendadak, terus menerus, selama 2–7 hari
- Tanda perdarahan, seperti muncul ruam berupa bintik-bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah berdarah, atau buang air besar berdarah
- Sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, atau nyeri di belakang mata
- Gangguan pencernaan yang ditandai mual, muntah, sakit perut di ulu hati atau di bawah tulang iga
- Terkadang disertai sakit tenggorokan, batuk, pilek
- Pada kondisi syok, penderita merasa lemas, gelisah, dan kesadaran menurun
- Demam tinggi pada bayi terkadang bisa menyebabkan kejang
Jika muncul beberapa gejala demam berdarah di atas, segera bawa penderita ke dokter.
Masalah kesehatan ini perlu penanganan medis yang tepat agar tidak berujung komplikasi seperti pendarahan hebat dan gangguan organ berat.

Cara mengatasi demam berdarah
Ketika terserang penyakit demam berdarah, kebanyakan penderita bakal merasakan tubuhnya sangat lemas.
Melansir beberapa sumber, berikut beberapa cara mengatasi DBD yang bisa dilakukan untuk membantu menyembuhkan penyakit:
- Konsultasikan ke dokter
Bawa penderita ke dokter untuk memastikan penyakit yang diderita adalah DBD. Selain pemeriksaan fisik, dokter biasanya juga menyarankan tes darah untuk menentukan diagnosis penyakit.
- Minum obat untuk mengurangi gejala DBD
Tidak ada obat khusus untuk demam berdarah. Berikan obat paracetamol yang diresepkan dokter. Obat ini berguna untuk menurunkan demam dan mengurangi keluhan nyeri atau tidak enak badan.
Jangan sembarangan memberikan obat ibuprofen atau obat antiperadangan lain karena demam berdarah membuat kadar trombosit turun, sehingga penderita semakin rawan mengalami pendarahan.
- Banyak istirahat
Pastikan penderita banyak beristirahat agar tubuh punya banyak energi untuk melawan penyakit DBD.
- Cegah dehidrasi dengan minum cairan yang cukup
Berikan air susu ibu (ASI) yang cukup untuk bayi penderita DBD. Untuk anak atau orang dewasa, berikan air putih, jus buah tanpa gula, atau cairan elektrolit agar tubuh tidak kekurangan cairan.
Saat memberikan minuman pada penderita DBD, usahakan sedikit demi sedikit tapi sering. Pemberian cairan dalam jumlah besar sekaligus dapat menyebabkan mual dan muntah semakin parah.
- Berikan makanan sehat dan bergizi lengkap
Untuk membantu proses pemulihan, berikan makanan yang lunak dan kaya zat besi seperti daging sapi, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta vitamin C untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Pastikan penderita juga cukup makan buah dan sayur agar tidak mengalami sembelit atau gangguan pencernaan.
Terus pantau kondisi kesehatan penderita DBD. Jika beragam cara mengatasi demam berdarah di atas sudah dicoba tapi kondisi kesehatan pasien justru menurun, segara kembali ke dokter atau rumah sakit.
• HASIL Lengkap Liga Champions Tadi Malam, Liverpool Tampil Sempurna, Man City dan PSG Lolos
• 7 Bahan Alami Usir Laron di Musim Hujan: Mulai dari Daun Sirsak hingga Irisan Cabai Merah
Tanda bahaya demam berdarah
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Primal Sudjana, Sp.PD-KPI. melalui buletin Jendela Epidemiologi menjelaskan, perawatan penyakit DBD bisa dilakukan di rumah dan di rumah sakit.
Namun, penderita DBD perlu dirawat inap di rumah sakit apabila muncul tanda bahaya demam berdarah, seperti:
- Sakit perut hebat
- Muntah berkepanjangan
- Mimisan atau gusi berdarah
- Badan lemas
- Hati atau liver bengkak
- Jumlah trombosit turun drastis
Selain itu, penderita DBD yang berisiko dengan kondisi atau komorbid hamil, diabetes, hipertensi, tukak petik, tinggal sendiri, jauh dari fasilitas kesehatan, atau transportasi sulit juga disarankan untuk dirawat inap di rumah sakit.
• Berikut 5 Pola Makan Sehat Bagi Penderita Diabetes: Hitung Jumlah Karbo hingga Jumlah Natrium
Baca juga: Penyebab Lapar dan Ciri-ciri Lapar Pada Penderita Diabetes
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cara-mengatasi-penyakit-demam-berdarah.jpg)