Berikut Makanan Aman untuk Pasien Diabetes serta Pola Makan yang Tepat untuk Pasien Diabetes

Makan ini aman untuk pasien diabetes. Pola makan pasien diabetes memang cukup rumit dan hati-hati. 

Ist
Makanan dan pola makan penderita diabetes 

TRIBUN-MEDAN.com - Makanan ini aman untuk pasien diabetes. Pola makan pasien diabetes memang cukup rumit dan hati-hati. 

Gula darah yang tinggi membuat pasien harus ekstra hati-hati dan waspada terhadap makanan. Terlebih makanan yang mengandung gula. 

Maka perlu mengatur makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari penting untuk dilakukan supaya diabetes tak bertambah.

Beberapa jenis makanan ada yang aman untuk dijadikan obat diabetes.

Mengutip dari Good Housekeeping (goodhousekeeping.com), hal penting yang perlu dilakukan penderita diabetes adalah membatasi konsumsi karbohidrat.

Alasannya karena karbohidrat nantinya berubah menjadi glukosa yang mana bisa memperparah diabetes.

Sebelum kita masuk ke bagian makanan yang aman untuk penderita diabetes, Anda perhatikan dulu pola makan yang aman untuk penderita diabetes

Pola makan untuk pasien diabetes:

1. Dingin-dingin lebih baik

“Nasi dingin atau nasi yang sudah dimasukkan ke kulkas semalaman lalu dipanaskan lebih baik dibandingkan nasi baru matang, karena glikemik indeksnya lebih rendah,” kata dr Yohan, melalui akun Instagramnya, Kamis (18/11/2021).

Hal yang sama berlaku untuk ubi dan singkong.

Untuk penderita diabetes mellitus, dr Yohan menyarankan untuk memakannya dalam keadaan dingin.

2. Batasi umbi-umbian

Kentang, ubi, dan singkong memang kaya serat dan sering menjadi pengganti nasi untuk penderita diabetes.

“Tetapi karena mereka penuh karbohidrat, tetap perlu dibatasi jumlahnya,” katanya.

Dia juga menyarankan untuk menghindari ubi cilembu, karena ubi manis dan dibakar dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.

3. Pilih-pilih buah

Khusus bagi penderita diabetes, carilah buah berserat tinggi dan glikemik indeks yang lebih rendah seperti apel, pir, anggur, jeruk dan beri.

Hindari buah kering seperti kismis dan prune, buah dengan indeks glikemik tinggi seperti mangga, nanas, pisang, atau kandungan gula tinggi seperti lengkeng, duku, dan langsat yang membuat Anda “tidak cukup kenyang dan makannya ga cukup satu” katanya.

4. Lebih baik ‘menggigit’ buah

Minum jus buah dapat meningkatkan gula darah lebih cepat dibandingkan menggigit buah karena serat buah yang hancur akan membuat free sugar yang dengan cepat diserap ke pembuluh darah.

Apalagi jika ampasnya dibuang, maka serat semakin kehilangan fungsi ‘slow release’ nya.

5. Cara-cara pengolahan

Semakin encer makanan sumber karbohidrat, akan semakin tidak baik karena meningkatkan gula darah dengan cepat.

Contohnya, nasi biasa lebih baik daripada bubur. Bubur lebih baik daripada sumsum, dan sumsum lebih baik daripada sirup.

6. Serat-serat penting

“Tentu saja, nasi cokelat lebih baik daripada nasi merah, dan nasi merah lebih baik daripada nasi putih,” ungkapnya.

Karbohidrat kompleks lainnya yang bisa dipilih seperti gandum utuh dan jagung.

Serat menghambat penyerapan gula dan memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga diharapkan ngemil jadi berkurang.

Pada penderita diabetes, insulin mulai lambat merespon dan kerjanya menjadi lebih lama sehingga dengan makan sedikit tapi sering akan membuat gula masuk ke dalam darah secara perlahan dan gula darah dapat terkontrol di batas aman.

Misalnya, tiga kali makan utama diubah menjadi enam kali, masing-masing setengah porsi.

Sedangkan makanan yang aman untuk pendertita diabetes yakni:

Makanan yang aman untuk pasien diabetes:

Salmon

Mengonsumsi salmon bisa jadi salah satu cara mengatasi diabetes.

Bukan tanpa alasan, ikan salmon mengandung banyak asam lemak omega-3.

Namun, usahakan untuk tidak mengonsumsi ikan salmon secara berlebihan, ya. Jenis ikan itu berisiko memiliki kandungan merkuri yang buruk untuk kesehatan.

WAJIB DIKETAHUI, 3 Ciri Penyakit Diabetes yang Kerap Telat Diketahui Masyarakat

Ciri Penyakit Diabetes yang Kerap Terlambat Diketahui Penderitanya

Brokoli

Brokoli bisa jadi obat <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/diabetes' title='diabetes'>diabetes</a>.Brokoli bisa jadi obat diabetes.

Tahukah Anda bahwa brokoli termasuk salah satu jenis sayuran yang bisa dimanfaatkan sebagai obat diabetes? Brokoli mengandung kalium, vitamin C, serat, dan nutrisi lain yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Alpukat

Makan alpukat jadi cara mengobati diabetes berikutnya yang tak boleh Anda lewatkan.

Meski demikian, porsi alpukat yang Anda konsumsi tetap perlu diperhatikan.

Kandungan lemak sehat yang ada di alpukat tetap membuat jenis buah itu berkalori sehingga sebaiknya jangan mengonsumsi buah itu secara berlebihan.

Sayuran Hijau

Good Housekeeping menyarankan penderita diabetes untuk memperbanyak konsumsi sayuran hijau.

Alasannya karena sayuran hijau mengandung banyak serat dan sedikit kalori.

Tidak berhenti sampai di situ, sayuran hijau juga tidak memiliki zat tepung sehingga aman untuk Anda konsumsi.

Telur

Telur termasuk salah satu obat <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/diabetes' title='diabetes'>diabetes</a>.Telur termasuk salah satu obat diabetes.

Telur juga bisa jadi obat diabetes karena mengandung banyak protein.

Namun, jangan makan telur setiap hari, ya. Menurut sebuah penelitian, makan telur setiap hari justru meningkatkan risiko diabetes yang bisa Anda alami.

Tahu

Siapa yang suka makan tahu? Ternyata, makan produk olahan kacang kedelai itu bisa jadi cara mengatasi diabetes, lho.

Tahu mengandung banyak protein yang bisa menjaga kesehatan tubuh Anda.

Cobalah untuk mengkombinasikan tahu dengan makanan sehat lainnya.

Kenali Faktor Risiko Terkena Diabetes dan Cara Mencegah Komplikasi Sejak Dini Sebelum Parah

DIABETES - Berikut Tips Cegah Gula Darah Naik,Kontrol Asupan Gula, Jangan Sampai Gula Darah Melonjak

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved