Kenali Faktor Risiko Terkena Diabetes dan Cara Mencegah Komplikasi Sejak Dini Sebelum Parah
Pendeteksian awal dapat mencegah penyakit diabetes menjadi lebih parah. Penyakit diabetes atau tinggi gula darah merupakan penyakit berbahaya.
TRIBUN-MEDAN.com - Pendeteksian awal dapat mencegah penyakit diabetes menjadi lebih parah.
Penyakit diabetes atau tinggi gula darah merupakan penyakit yang kerap dialami banyak orang di seluruh dunia.
Penyakit ini menjadi ancaman serius yang bisa berakibat fatal bagi penderitanya yang bisa menyebabkan stroke, penyakit jantung, hingga kematian.
Diketahui bahwa diabetes bukan hanya terdiri dari satu penyakit, tapi beberapa penyakit yang ditandai dengan gejala kadar gula dalam darah di atas normal atau disebut hiperglikemia.
Dalam webinar Cegah Dini Komplikasi Ginjal Pada Pejuang Diabetes, Selasa (16/11/2021) dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik Prof DR dr Sidartawan, SpPD-KEMD, FINASIM menjelaskan kadar gula darah di atas normal dapat menyebabkan komplikasi penyakit lainnya.
"Sebenarnya kita tahu diabetes adalah penyakit menahun, kronis yang sebagian besar tidak bisa sembuh, (tapi) ada yang bisa sembuh," ujarnya.
Sementara itu, dia menyebut tidak ada obat yang bisa menyembuhkan diabetes secara total dan sejauh ini hanya tersedia obat untuk menurunkan atau mengontrol kadar gula darah.
Dia menilai, edukasi kepada pasien diabetes sangat penting dilakukan.
Sebab jika mereka tidak memahami penyakitnya, maka berisiko terjadinya komplikasi di seluruh pembuluh darah, misalnya pada otak, jantung, tungkai, mata, serta ginjal.
"Jadi usaha kita adalah menurunkan kadar gula darah agar mencapai target, agar tidak terjadi komplikasi, bukan menyembuhkan," lanjutnya.

Faktor risiko diabetes
Menurut Sidartawan, penting untuk menyadari apakah kita memiliki faktor risiko diabetes atau tidak.
Jika telah mengetahui faktor risikonya maka skrining dini perlu dilakukan, yakni dengan periksa kadar gula darah secara rutin.
Faktor risiko diabetes meliputi:
1. Keturunan menjadi faktor risiko utama diabetes.
Jika dalam keluarga ada yang memiliki riwayat diabetes, maka anggota keluarga yang lain berpotensi terkena diabetes.
Sebab pada diabetes tipe-2, 90 persen diakibatkan oleh garis keturunan.
2. Obesitas atau kelebihan berat badan.
3. Gaya hidup yang tidak sehat.
4. Hipertensi.
5. Kolesterol tinggi.
"Kalau makin banyak risiko, maka makin mungkin terjadi diabetes. Oleh karena itu, kapan kita tau itu diabetes? Periksa kadar gula darah. Skrining itu penting, kapan diskriningnya? Kalau ada risiko. Jadi jangan tunggu ada gejala," tegasnya.
Komplikasi diabetes sebabkan gangguan fungsi ginjal
Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi, dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH, FINASIM, mengungkapkan, bahwa banyak pasien diabetes takut mengonsumsi obat, karena beranggapan bisa menyebabkan komplikasi penyakit ginjal.
Padahal menurutnya, yang merusak fungsi ginjal itu sendiri adalah gula darah yang tidak terkontrol.
"Data dari Indonesian renal registry yang kami catat pada setiap tahunnya, di situ terlihat sebenernya penyebab utama gagal ginjal bahkan sampai cuci darah adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol," ujar Tunggul.
Lebih lanjut, dia menuturkan, sebanyak dua dari tiga pasien yang harus cuci darah disebabkan karena diabetes dan hipertensi yang tidak ditangani dengan baik.
Artinya ,jika hipertensi dan gula darah dikendalikan dengan baik, maka gagal ginjal bisa dicegah.
Saat ini sudah ada pemeriksaan sangat dini, yang dapat dilakukan meski gejala komplikasi belum muncul. Umumnya dokter akan menanyakan kondisi urine pasien, apakah berbusa atau tidak.
"Kalau (urine) sudah berbusa sebenernya sudah irreversible, artinya sudah progresif dan yang bisa dilakukan hanya memperlambat. Tetapi sebelum itu, sudah ada pemeriksaan urine sederhana yang bisa diketahui, yaitu disebut mikroalbuminuria," papar dr Tunggul.
• Kenali Penyebab dan Tanda-tanda Microsleep serta Cara Mencegah Microsleep saat Berkendara
• Materi Belajar Geografi: Pengetian Deforestasi dan Cara Pencegahan Deforestasi
Cara mencegah komplikasi
Dokter Sidartawan mengatakan hal senada, bahwa diabetes bersifat kronik dan progresif jika tidak ditangani.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi akibat diabetes, meliputi mengelola kadar kolesterol, kadar gula darah, tekanan darah, dan berat badan.
Sementara itu Tunggul berkata, saat sudah mengetahui bahwa Anda memiliki faktor risiko, maka segera lakukan pemeriksaan kesehatan, baik pada gula darah atau ginjal.
Selain itu, kemungkinan gula darah yang tinggi dapat dikendalikan sesuai dengan tahapannya.
Namun, jika tidak terkendali dengan baik, bisa merusak organ lain misalnya pada ginjal, risiko stroke, gangguan pada mata, dan lain-lain.
"Diabetes tidak datang sendiri, banyak (penyakit) yang bersama-sama dengan dia umumnya hipertensi, kolesterol, asam urat, dan yang lain-lain. Itu pun harus selalu diperhatikan, bukan hanya satu faktor itu," kata dr Tunggul.
Namun, perlu dicatat bahwa pada tahap awal gejala muncul, belum bisa diartikan fungsi ginjal sudah rusak.
Tetapi jika fungsi ginjal sudah terganggu, maka salah satu yang penting selain menurunkan gula darah adalah pengendalian diet atau pola makan, khususnya dalam membatasi asupan protein.
"Dengan diet protein, pengendalian risiko faktor hipertensi, pengendalian diabetes diharapkan membuatnya tidak progresif. Dan harus dievaluasi secara berkala," ujarnya.
Sebenarnya, pada penderita diabetes yang terkontrol, dikatakan dr. Sidartawan semua jenis makanan bisa dikonsumsi, dengan catatan porsi makanan yang dikonsumsi harus sesuai aturan.
"Misalnya kalau kita masak pakai bumbu, pakai gula silahkan. Kalau kita minum teh atau kopi pakai gula selama masih satu sendok teh boleh. Cuma kalau lebih dari itu jangan," imbuhnya.
Di samping mengatur makanan, aktivitas fisik seperti olahraga juga direkomendasikan oleh dokter Sidartawan.
• Cegah Kanker Prostat: Berikut 3 Makanan yang Harus Dijauhi dan 5 Makanan untuk Dikonsumsi
• Kenali Gejalan Serangan Jantung dan Pencegahan Serangan Jantung
(*/tribun-medan.com)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
sumber:kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kenali-risiko-penyakit-diabetes.jpg)