TERKAIT Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Kini Ditangani Jenderal Bintang Dua Ini
Irjen Pol Ahmad Dofiri, Kapolda Jawa Barat di sebelumnya, mendapat promosi menduduki jabatan baru sebagai Kabaintelkam Polri.
TRIBUN-MEDAN.COM - Sudah tiga bulan lebih, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, hingga saat ini belum terungkap pelakunya.
Kini, penanganan kasus tersebut beralih ke Kapolda Jawa Barat yang baru, Irjen Pol Suntana.
Hal itu karena Irjen Pol Ahmad Dofiri, Kapolda Jawa Barat di sebelumnya, mendapat promosi menduduki jabatan baru sebagai Kabaintelkam Polri.
Setelah resmi bertugas di Polda Jawa Barat, Irjen Pol Suntana mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih berupaya mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Dia mengatakan, beberapa kasus bisa diungkap secara cepat dan sebagian perlu kehati-hatian.
Suntana yang pernah menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya itu kemudian membandingkan kasus pembunuhan di Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021 dengan kasus perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur, pada 26 Desember 2016 lalu.
Untuk diketahui, dalam kasus Pulomas, enam orang penghuni rumah tewas disekap para perampok di kamar mandi.
"Sebagai contoh ada kasus di Pulomas, Jakarta. Ada beberapa jenazah yang dikurung di dalam WC dan itu bisa diungkap dalam beberapa hari," kata Suntana di di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (15/11/2021).
"Ada kasus tertentu juga yang pembuktiannya harus hati-hati karena konsekuensi dalam menetapkan tersangka itu hati-hati," tambahnya.
Untuk itu, karena unsur kehati-hatian, polisi memerlukan waktu untuk mengungkap kasus yang merenggut nyawa Tuti serta anaknya Amalia Mustika Ratu tersebut.
"Dari hasil tempat kejadian perkara (TKP), kita masih memerlukan waktu, tapi saya minta ke serse untuk cepat mengungkap karena itu menyangkut integritas Polri juga," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi hingga saat ini belum bisa mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Adapun di lokasi, polisi telah menemukan sejumlah petunjuk seperti sidik jari, jejak kaki, hingga alat yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh kedua korban.
Pemeriksaan Saksi-saksi
Dikutip dari Surya.co.id, penyidik gabungan telah memeriksa 55 saksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/irjen-suntana.jpg)