Hampir 2 Tahun Virus Corona Melanda Dunia, 4 Negara Ini Klaim tak Punya Kasus Penyebaran Covid 19
Ini 4 negara yang mengklaim tidak melaporkan satu pun kasus virus Covid-19.
Adapun kembalinya kerumunan besar, meskipun bermasker, untuk parade militer dan acara-acara lain tampaknya menandakan bahwa situasinya setidaknya agak terkendali.
Baca juga: Negara Tanggung Semua Biaya Pengobatan SBY di Amerika Serikat | AHY Difitnah Berwisata di AS
Baca juga: Berita Foto: Suasana Para Pelayat Silih Berganti di Rumah Duka, Anggota DPR RI Tutup Usia 82 Tahun
Turkmenistan
Turkmenistan juga memegang erat informasi, sehingga sulit untuk memverifikasi atau mengabaikan laporan tidak resmi tentang infeksi di negara Asia Tengah yang terus muncul di media luar.
Seperti di Korea Utara, Pemerintah Turkmenistan, yang dipimpin oleh Presiden eksentrik Gurbanguly Berdymukhamedov, telah memuji langkah-langkah pencegahan awal dan kuatnya untuk mencegah Covid-19 di negara itu.
Namun, Turkmenistan telah bekerja sama dengan badan internasional seperti Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bank Dunia untuk mengasah responsnya terhadap pandemi Covid-19.
Walaupun perjalanan ke Turkmenistan sudah diatur dengan ketat sebelum dimulainya krisis virus corona global, perbatasan hari ini tetap ditutup secara resmi untuk turis. Zona Turis Nasional Awaza, yang terletak lebih dari 300 mil dari ibu kota Ashgabat yang dipenuhi monumen marmer, menjadi tuan rumah bagi para kepala negara regional dan pejabat internasional lainnya untuk Pertemuan Konsultatif KTT Kepala Negara Asia Tengah pada Agustus.
Sebulan kemudian, negara itu juga mengadakan parade militer besar-besaran untuk menandai 30 tahun kemerdekaan
Tuvalu
Tuvalu berada satu tingkat di atas Nauru dalam hal ukuran dan populasi.
Negara terpencil yang terletak sekitar setengah jalan antara Australia dan Hawaii ini juga jarang dikunjungi pengunjung dari seluruh dunia.
Faktor itu bisa jadi membantu melindungi Tuvalu dari penyakit yang sekarang ditemukan di hampir setiap sudut dari planet ini.
Tetapi, pembatasan Covid-19 tidak menghalangi Perdana Menteri Tuvalu Kausea Natano untuk bepergian ke Inggris menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB yang sedang berlangsung, juga dikenal sebagai COP26 Glasgow.
Sementara risiko terkena penyakit tetap menjadi perhatian utama, banyak orang di kawasan itu menyatakan ketakutan yang lebih mengerikan tentang dampak perubahan iklim, yang dapat mengancam keberadaan negara-negara pulau kecil karena naiknya permukaan air laur.
Tuvalu terdiri dari enam pulau karang dan tiga pulau yang diwakili oleh bendera bintang sembilan negara itu. Kini semuanya wilayahnya menghadapi ancaman serius jika tren iklim saat ini berlanjut.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Berstatus Mantu Presiden Jokowi, Kebongkar Wajah Asli Selvi Ananda Tanpa Riasan Plus Kantung Mata
Baca juga: SOSOK Abdul Wahab Dalimunthe, Politisi yang Dikenal Dermawan dan Disiplin
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kim-jong-un-bersama-istri_20170830_142543.jpg)