News Video

Pria Tua 82 Tahun saat Dievakuasi Pakai Rakit Batang Pohon Pisang, Ini Kisahnya

Diketahui kawasan tersebut sudah terendam banjir sejak beberapa hari yang lalu. Curah hujan yang tinggi dan luapan Sungai Bedagai sejak, Sabtu

Tayang:

Pria Tua 82 Tahun saat Dievakuasi Pakai Rakit Batang Pohon Pisang, Ini Kisahnya

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Beredar viral video seorang pria tua yang dievakuasi menggunakan rakit buatan yang terbuat dari batang pohon pisang membuat sejumlah orang yang melihatnya merasa haru.

Kejadian evakuasi ini terjadi di Dusun II, Desa Sei Rampah, Kampung Banjaran, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara.

Pria tua itu diketahui bernama Darmawi berusia 82 tahun.

Diketahui kawasan tersebut sudah terendam banjir sejak beberapa hari yang lalu. Curah hujan yang tinggi dan luapan Sungai Bedagai sejak, Sabtu (30/10/2021) lalu, membuat ribuan rumah di Kecamatan Sei Rampah, khususnya Desa Sei Rampah, terendam air yang tingginya mencapai satu meter atau sedada orang dewasa.

Namun tinggi debit banjir, makin hari makin berkurang. Pada hari ini saja, Jumat (5/11/2021), debit air hanya setinggi sebetis orang dewasa dan ada beberapa dusun di Desa Sei Rampah yang tinggi airnya hanya semata kaki.

Saat ditemui wartawan www.tribun-medan.com, anak Darmawi bernama Saniah (42) mengatakan, pada saat itu, Rabu (3/11/2021) pagi, hujan deras yang melanda kawasan rumahnya, membuat debit banjir makin tinggi.

"Pertama itu hujan air semakin tinggi pada pagi itu, jadi warga sini kasihan melihat kakek. Pertama saya minta tolong kepala dusun untuk mencarikan perahu, rupanya kata kepala dusun tidak ada," ujar Saniah, Jumat (5/11/2021).

Namun karena inisiatif warga, dibuatkanlah lah rakit buatan yang terbuat dari batang pohon pisang tersebut.

"Sewaktu kami mengevakuasi kakek, hujan-hujan lah kakek kami bawa ke rumah tetangga yang kakek tempati ini," ujar Saniah.

"Sakitnya udah tua lah gitu. Kemarin juga pernah jatuh empat bulan yang lalu, cuma pada bagian mata udah lama sakit enggak nampak. Saat ini sudah dibawa berobat jalan. Kalau bantuan sudah ada kami terima, dari camat Sei Rampah juga ada hari ini," sambungnya.

Lanjut Saniah, bantuan yang ia terima selain untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk keperluan berobat ayahnya.

'Enam orang anak bapak saya, cuma jauh-jauh tinggalnya. Saya lah yang ngurusi bapak," ujar Saniah.

Saat disinggung kondisi rumahnya saat ini, Saniah menambahkan, debit airnya sudah mengalami penurunan.

"Rumah mertua semalam itu adalah sedungkul orang dewasa. Cuma hari ini sudah berkurang. Kalau rumah kakek yang diujung airnya sedada orang dewasa lah, udah kurang juga tingginya," ujar Saniah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved