Banjir di Medan
Penutupan Kanal Delitua Dituding Jadi Penyebab Banjir di Kampung Aur
Warga Kampung Aur menduga penutupan kanal Delitua jadi pemicu banjir yang sering terjadi beberapa tahun belakangan ini
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Hermansyah, warga Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun menduga penyebab banjir di permukimannya lantaran kanal Delitua belum dibuka.
"Banjir ini kan disebabkan kanal yang ada di Delitua belum dibuka. Sehingga air yang datang dari kaki gunung sekitar Kabupaten Karo langsung turun ke Kota Medan," katanya kepada Tribun Medan, Minggu (31/10/2021).
Seharusnya, lanjut Hermansyah, arus air itu tidak terkonsentrasi langsung ke Kampung Aur.
Baca juga: BREAKING NEWS 12 Jam Dikepung Banjir, Kampung Aur Tenggelam Lagi
"Artinya bisa teralihkan juga ke daerah lain, sehingga debit airnya tidak terlalu besar," bebernya.
Ia pun berharap Wali Kota Medan Bobby Nasution dapat membuka kanal tersebut agar dapat meminimalisir banjir yang melanda warga Kampung Aur.
Dia menjelaskan air Sungai Deli mulai menaik sampai ke pemukiman warga sekitar pukul 22.30 WIB.
Namun, banjir mulai menyelimuti pemukiman warga sekitar pukul 01.00 WIB sekitar 2 meter lewat.
"Sekitar pukul 03.00 WIB itu lah udah sampai ke rumah saya. Padahal rumah saya kan terbilang tinggi (sekitar 3 meter dari daratan) karena dekat tangga ini," ujarnya.
Baca juga: Korban Banjir Kelaparan, Minta Pemko Medan Turun Tangan ke Lokasi
"Kalau saya lihat ke bawah udah sampai kepala saya tingginya. Mulai surutnya sekitar pukul 05.00 WIB," sambungnya.
Ia mengatakan banjir semacam itu sudah biasa dirasakan bertahun - tahun.
Dampaknya pun perabotan rumah tangga rusak serta tempat tidur dan lainnya.
Sewaktu banjir, dijelaskan tidak terlalu banyak warga yang mengungsi.
Sebab, setiap rumah biasanya sudah dibuat loteng untuk menyelamatkan barang berharga.
Baca juga: WARGA Kampung Aur Keluhkan Barang Elektronik Rusak dan Alami Gatal - Gatal karena Banjir
"Kalau pun mengungsi paling ke rumah tetangga," sebutnya.
Selama 3 bulan terakhir dikatakan banjir ini paling tinggi dibanding sebelumnya.
Penyebabnya karena hujan yang mengguyur Kota Medan bahkan sampai pagi hari.
"Itu hujan sejak sore kemarin lebat sampai subuh tadi tinggal rintik - rintik," ungkapnya.(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warga-kampung-aur-herman.jpg)