Penutupan Jalur Medan Berastagi Bikin Penumpang Bus Sepi, Pengusaha Angkutan Enggan Berangkat
Pengusaha angkutan di Karo enggan berangkat lantaran kondisi penumpang yang sepi dan adanya penutupan jalan di Sibolangit
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,KARO - Penutupan akses lalu lintas di kawasan PDAM Tirtanadi Sibolangit pascalongsor berdampak pada usaha angkutan di Kabupaten Karo.
Sejak adanya informasi penutupan jalan pada Rabu (27/10/2021) pagi, kondisi terminal Kabanjahe tampak sepi.
Di loket terminal hanya terlihat beberapa orang calon penumpang yang menunggu bus jalan.
Akibat dari sepinya calon penumpang ini, sejumlah pemilik angkutan enggan untuk berangkat.
Seperti yang dijelaskan Yodi Ginting, mandor salah satu angkutan.
Baca juga: HARI INI Jalur Medan Berastagi Ditutup, Harga Tiket Bus Dari Terminal Kabanjahe Naik Jadi Rp 50 Ribu
"Mungkin karena sudah banyak yang tau tutup jalan, jadi penumpang pun sepi gini. Ini saja banyak yang enggak jalan," ujar Yodi, Rabu (27/10/2021).
Terlihat, di lokasi terminal ini tampak beberapa armada bus hanya terparkir. Mulai ada yang menunggu di dekat loket, bahkan ada yang hanya terparkir di lokasi parkir.
Yodi menjelaskan, karena tidak adanya penumpang ini mereka harus menunggu lebih lama lagi.
Dikatakannya, jika biasanya mereka bisa memenuhkan muatan busnya sekitar 15 menit, namun saat ini mereka harus menunggu lebih dari satu jam.
"Jauh lah ini berukurang bang, lebih satu jam untuk nunggu penuh saja," katanya.
Baca juga: BESOK Pagi, Dirlantas Polda Sumut Imbau Warga Hindari Jalur Medan-Berastagi:Akan Ada Penutupan Total
Dijelaskan Yodi, akibat dari penutupan ini mereka juga terpaksa harus memutar arah untuk bisa melintas ke Kota Medan dengan mengambil jalur melalui Kabupaten Langkat.
Akibatnya, mereka terpaksa menaikkan harga tiket bus karena jika dilihat dari segi jarak tempuh memang memerlukan jarak yang cukup jauh.
Bahkan, dibanding dari jalur biasanya jalur alternatif ini dapat dikatakan lebih jauh tiga bahkan empat kali lipat.
"Ya terpaksa kita naikkan ongkosnya karena kan jaraknya jadi semakin jauh. Tadi kita sudah sepakat semua jadi 50 ribu rupiah," ucapnya.
Untuk menghindari kesalahpahaman, sebelum calon penumpukan naik mereka memberikan informasi terlebih dahulu.
Kepada calon penumpang, mereka mengatakan jika harga berbeda dari biasanya karena harus menempuh perjalanan yang lebih jauh dari biasanya.
Baca juga: Jalur Medan-Berastagi akan Ditutup Selama Tiga Jam untuk Pembersihan di Tikungan Tirtanadi
"Kita kasih informasi dulu kalau harga naik, kita jelaskan kalau ada penutupan jalan yang membuat kita jadi mutar.
Kalau memang penumpang bersedia, lansung kita naikkan tapi kalau tidak ya tidak apa-apa. Karena ini sekarang kita lihat yang berangkat ini memang perlu dia ke Medan," ungkapnya.
Diketahui, kemarin Ditlantas Polda Sumatera Utara telah menyampaikan jika hari ini akan dilakukan penutupan jalur utama dari Medan menuju Kabupaten Karo ini.
Hal ini, dilakukan untuk memperlancar proses pembersihan sisa material longsor di kawasan tikungan PDAM Tirtanadi Sibolangit yang terjadi pada Sabtu (23/10/2021) kemarin. (cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/potret-aktivitas-di-terminal-kabanjahe-jalan-veteran-kabanjahe.jpg)