News Video
Jokowi Mania akan Gugat Mendagri Tito Karnavian ke PTUN Terkait Syarat Penerbangan & Harga PCR
Instruksi Mendagri tersebut dinilai tidak rasional dan akan digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Diketahui, Instruksi Mendagri Nomor 35 Tahun 2021 mengatur soal PPKM Level 3,2,dan 1 di Jawa dan Bali mewajibkan agar semua penerbangan mewajibkan tes PCR 2x24 jam.
TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, baru saja mengeluarkan Instruksi Mendagri terkait kebijakan biaya serta kewajiban tes PCR Covid-19 bagi penumpang pesawat terbang.
Namun hal itu dikritik tegas oleh Relawan Jokowi yang biasa disebut Jokowi Mania atau Joman.
Instruksi Mendagri tersebut dinilai tidak rasional dan akan digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Relawan Jokowi yang mengatasnamakan Jokowi Mania atau JoMan mengkritik Instruksi Menteri Dalam Negeri terkait kebijakan biaya tes PCR Covid-19 bagi penumpang pesawat terbang.
Dikutip Tribunnews.com, Ketua Joman Immanuel Ebenezer mengatakan, pihaknya akan membawa hal ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada Selasa (26/10/2021).
"Iya, betul sekali (akan membawa ke PTUN Jakarta,red)," kata Immanuel Ebenezer saat dikonformasi Tribunnews, Senin (25/10/2021).
Noel menegaskan, harga tes PCR selama ini telah membebani masyarakat.
Ia pun menilai Instruksi Mendagri tersebut melanggar UUD 1945 pasal 23 ayat A yang berkaitan dengan keuangan yang bersifat memaksa harus melalui UU.
Noel juga menyebut, bahwa Mendagri tidak mengikuti himbauan Presiden Jokowi.
Ia menilai, masyarakat sudah menerima apa yang diinstruksikan pemerintah soal vaksin yang harus disuntik dua kali.
Yang artinya tidak perlu lagi PCR sebagai syarat penerbangan, karena jelas merugikan masyarakat.
Diketahui, Instruksi Mendagri Nomor 35 Tahun 2021 mengatur soal PPKM Level 3,2,dan 1 di Jawa dan Bali mewajibkan agar semua penerbangan mewajibkan tes PCR 2x24 jam.
"Kalau mungkin Mendagri atau Kepala Satgas Covid mungkin murah, tapi rakyat kan berat," ungkapnya.
"Nah kita juga heran, menteri ini bekerja untuk siapa, bekerja untuk Presiden kah atau bekerja buat dirinya sendiri, atau bekerja untuk para mafia. Ini kan ngeri," cetusnya.