Media Luar Sebut Harta Karun Bernilai Jutaan Dollar Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi

Bikin Heboh Media Asing Sampai Menyebutnya 'Pulau Emas', Harta Karun Senilai Puluhan Miliar di Dasar Sungai Musi Diklaim Jadi Jawaban

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Pixabay Via Intisari
Sungai Musi di Provinsi Sumatra Selatan dan dongeng 'Pulau Emas'. 

Sekarang, nama ini kembali populer ketika orang terus menemukan barang antik, emas, dan batu giok di pulau Sumatera.

"Selain perhiasan yang indah, dasar Sungai Musi juga berisi berton-ton koin dan keramik China. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan perdagangan antara pulau Sumatera dan Cina telah berkembang sejak lama," jelas Kingsley.

"Patung Buddha dan beberapa lonceng perunggu yang ditemukan di dasar Sungai Musi menunjukkan bahwa pada zaman dahulu agama Buddha masuk ke Indonesia melalui perdagangan dengan China," kata Kingsley.

Jatuhnya dinasti Sriwijaya yang dulu makmur masih menjadi misteri.

Harta karun peninggalan kerajaan Srwijaya di dasar sungai Musi.

Menurut Kingsley, sangat mungkin bahwa Sungai Musi tiba-tiba berubah arah dan melanda ibu kota Sriwijaya dan sekitarnya.

"Rumah, candi, istana Sriwijaya mungkin telah terendam oleh sungai. Artefak yang ditemukan orang hanyalah beberapa dari sisa-sisa dari dinasti yang menjadi garis hidup Jalur Sutra Maritim, "kata Kingsley.

"Penggalian dasar sungai Musi sangat penting untuk mengungkap itu semua. Sungai ini penuh dengan buaya yang menyembunyikan terlalu banyak rahasia," jelasnya.

"Pemerintah juga perlu mengontrol secara ketat kegiatan penambangan emas di Sungai Musi untuk melindungi barang antik dan monumen," tambah Kingsley.

Baca juga: Dikabarkan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Dasar Sungai Musi hingga Disebut Pompeii versi Asia

Baca juga: Pompeii Versi Asia Berada di Indonesia, Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Dasar Sungai Musi

(*/tribunmedan/ intisari)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved