Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Sejarah: Mengenal Masa Kejayaan dan Kemunduran Kerajaaan Sriwijaya dan Peninggalannya

Sriwijaya memiliki hubungan yang erat dengan Jawa, terutama karena relasi raja-rajanya yang berasal dari Jawa.

Ist
Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya 

Secara kultural, Sriwijaya berkembang menjadi pusat pembelajaran Buddha karena menjadi pertemuan antara pendeta India dan China yang berlayar. Pendeta-pendeta Budha menjadi salah satu sumber mengenai keberadaan Sriwijaya seperti I-Tsing, Sakyakirti, Dharmakrti, dan Atisa.

Kemunduran Sriwijaya tidak lain adalah karena tiga kali serangan Kerajaan Cola sehingga melemahkan kekuasaan di Selat Malaka. Hal ini membuat kekuatan-kekuatan lain bermunculan untuk menggantikannya. Salah satunya adalah Jambi yang pada tahun 1082 mengirimkan utusannya sendiri ke Cina. Memasuki abad ke-XIII sebuah kerajaan di Sumatra kembali menguasai daerah selat namun para ahli menyatakan bahwa itu adalah Melayu Dharmasraya yang didukung dengan adanya Ekspedisi Pamalayu dari Singasari yang dicatat dalam kitab Pararaton.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Peninggalan-peninggalan yang menyatakan kerajaan Sriwijaya adalah antara lain :

Prasasti Kedukan Bukit (682 M)
prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya kedukan bukit
Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti Talang Tuo (684 M)
Berisi informasi lebih lanjut mengenai nama raja pertama Sriwijaya yang lebih jelas. Yaitu Dapunta Hyang Sri Jayanasa
Prasasti Ligor, Thailand (775 M)
Berisi informasi mengenai kekuasaan Sriwijaya di Ligor dan pendirian kuil. Menjelaskan mengenai nama Raja Sri Indrawarman dan Dharanindra.
Prasasti Kota Kapur (686 M)
Prasasti Telaga Batu
prasasti telaga batu
Prasasti Telaga Batu
Prasasti Leiden (1005 M)
Candi Muara Takus
Prasasti Nalanda, India (860 M)

(*/tribun-medan.com)

Baca juga: Materi Belajar Sejarah Tentang Perang Dingin hingga Peristiwa Penting selama Perang Dingin

Baca juga: Materi Belajar Sejarah Kedatangan VOC di Tanah Air: Tujuan, Kebijakan hingga Perlawanan Terhadap VOC

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved