Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Sejarah Kedatangan VOC di Tanah Air: Tujuan, Kebijakan hingga Perlawanan Terhadap VOC
VOC adalah gabungan perusahaan-perusahaan dagang Belanda untuk perdagangan di Hindia Timur.
TRIBUN-MEDAN.com - Dimulainya penjajahan Belanda di Indonesia lantaran kedatangan para pedagang dari Negeri Kincir Angin tersebut.
Para pedagang Belanda ini berada dalam naungan kongsi dagang yang lebih dikenal dengan VOC singkatan dari Vereenigde Oost-Indische Compagnie. Dari nama compagnie ini pula diperkirakan muncul penyebutan kata kompeni.
VOC adalah gabungan perusahaan-perusahaan dagang Belanda untuk perdagangan di Hindia Timur. Lantas, seperti apa sejarah berdirinya VOC?
VOC atau Vereenigde Oost-Indishe Compagnie (Kongsi Dagang Hindia Timur) didirikan pada 1602 untuk mewujudkan cita-cita Belanda memonopoli perdagangan di Asia melawan Spanyol dan Portugis. VOC dikenal sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia, karena memiliki pos dagang dari Eropa, Afrika, Asia Barat, Asia Tenggara, hingga Asia Timur.
Direbutnya Konstantinopel oleh Turki Utsmani pada 1453 membuat Belanda perlu untuk menjangkau langsung ke sumber-sumber rempah-rempah. Vasco da Gama dari Portugis membuka jalur perdagangan melalui Tanjung Harapan menuju Asia Timur pada 1497, sementara Belanda tertinggal jauh dan tiba di Nusantara satu abad kemudian.
Cornelis de Houtman mendarat di Banten dan Pantai Utara Jawa pada 1596. Namun tidak menemui hasil karena berseteru dengan Portugis dan warga lokal.
VOC memulai dari pos dagang di Jayakarta dan Ambon, VOC menguasai arus perdagangan berbagai komoditas sampai dengan dibubarkan tahun 1799.
VOC melakukan monopoli perdagangan termasuk dengan cara militer, adu domba, dan menguasai wilayah secara teritorial. Hal ini dilakukan untuk mengeruk keuntungan yang besar sekaligus mengusir pengaruh Eropa lainnya di Hindia Timur.
• Materi Belajar Sekolah: Pembagian Waktu di Indonesia, WIB, WITA dan WIT
Tujuan Pembentukan VOC
Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) didirikan pada tahun 1602 sebagai kongsi dagang untuk melawan kekuatan dagang Spanyol, Portugis, dan Inggris di jalur perdagangan. Belanda tertinggal satu abad dalam menjelajah Asia, terlihat dari ketika Belanda pertama mendarat pada 1596, Portugis telah menguasai Malaka jauh sebelum itu pada 1511.
Perdagangan VOC bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dan membangun kejayaan bagi Belanda di seluruh dunia. VOC melakukan misi Gold dan Glory tanpa Gospel. Hal ini terlihat dari ketidakmauan VOC dan kebanyakan orang Belanda untuk idak berbagi kultur, agama, dan bahasanya dengan masyarakat lokal.
Kebijakan Perdagangan VOC
Pada awalnya, VOC membina hubungan baik dengan masyarakat lokal untuk berdagang. Namun kondisi itu tidak cukup, karena Portugis dan Spanyol yang datang satu abad lebih cepat tentunya telah terlebih dahulu berhubungan.
Oleh karena itu VOC mengusahakan untuk memonopoli perdagangan, sehingga ini seringkali membuat rusak hubungan dengan masyarakat lokal. VOC melakukan kebijakan devide et impera, atau politik pecah belah.
Kebijakan ini dilakukan dengan mendukung salah satu keluarga kerajaan lokal, dan membantunya untuk naik tahta dengan jaminan monopolo dagang oleh VOC. Hal ini menimbulkan adanya kekacauan di internal kerajaan, dan hampir seluruhnya jatuh ke dalam pengaruh VOC.
Kebijakan ini penting untuk dilakukan untuk mempercepat monopoli dagang mengalahkan Portugis dan Spanyol yang tengah fokus memperebutkan pengaruh di Maluku Utara.
Hak Istimewa VOC
VOC memiliki hak istimewa yang dijaminkan oleh pimpinan kongsi dan negara, hak istimewa ini ditujukan untuk mempercepat usaha mengalahkan pengaruh Portugis dan Spanyol. Setidaknya ada dua jenis hak istimewa yang diberikan kepada VOC :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bendera-voc.jpg)