Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Geografi: Faktor-faktor Terjadi Erosi dan Perbedaan Erosi dengan Pelapukan

suatu peristiwa yang terjadi secara alami oleh pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi oleh angin atau o

TRIBUN MEDAN/HO
PETUGAS sedang membersihkan material longsor dari tebing yang berada di ruas jalan provinsi Pangaribuan-Garoga, Desa Dolok Matutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (12/1/2021). 

Vegetasi penutup tanah (vegetasi) berperan untuk menjaga agar tanah lebih aman dari percikan-percikan yang terjadi akibat jatuhnya air hujan ke permukaan tanah.

Selain melindungi tanah dari timpaan titik-titik hujan, vegetasi juga berfungsi untuk memperbaiki susunan tanah dengan bantuan akar-akar yang menyebar.

Semakin rapat vegetasi penutup tanah maka semakin efektif pengaruh vegetasi dalam melindungi permukaan tanah terhadap ancaman erosi karena ia akan menurunkan kecepatan besarnya tumbukan tetes air hujan ke permukaan tanah.

Manusia

Manusia dapat berperan sebagai penyebab cepat lambatnya laju erosi tanah.

Dalam proses mempercepat erosi, manusia banyak melakukan kesalahan dalam pengelolaanlingkungan, seperti eksploitasi hutan, penambangan, pengerukan tanah, dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam penanggulangan laju erosi, manusia dapat melakukan evaluasi konservasi lahan dengan cara pembuatan terasering dan reboisasi pada area pertanian.

Dampak Erosi

Kondisi jalan di Desa Napitupulu longsor, masyarakat pun kesulitan melintas, Selasa (28/9/2021). Selain di Desa Napitupulu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, ada beberapa titik yang mengalami kerusakan yang sama.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI)
Kondisi jalan di Desa Napitupulu longsor, masyarakat pun kesulitan melintas, Selasa (28/9/2021). Selain di Desa Napitupulu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, ada beberapa titik yang mengalami kerusakan yang sama.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) (TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI)

Erosi memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi kehidupan. Kedua dampak tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

Dampak Negatif
Salah satu dampak yang utama dari erosi adalah terjadinya penipisan lapisan permukaan tanah yang ada di bagian atas, sehingga menyebabkan penurunan kemampuan lahan atau degradasi lahan.

Akibat lainnya adalah menurunnya kemampuan tanah dalam peresapan air atau infiltrasi.

Penurunan kemampuan lahan dalam meresap air akan menyebabkan peningkatkan limpasan air permukaan dan kemudian menyebabkan banjir di sungai-sungai serta berkurangnya cadangan air tanah.

Selain itu, butiran-butiran tanah yang terangkut aliran permukaan akhirnya akan mengendap di sungai (sedimentasi) dan selanjutnya akan terjadi pendangkalan sungai akibat tingginya sedimentasi.

Erosi berkaitan dengan beberapa faktor, mulai dari faktor iklim, termasuk besar dan intensitas hujan, musim, rentang suhu, kecepatan angin, frekuensi badai.

Baca juga: Materi Belajar Geografi: Struktur Lapisan Bumi dan Komponen Penyusunnya

Baca juga: Materi Belajar Sosiologi Kelas 10: Faktor-faktor Penyebab Perubahan Sosial dan Pengertian Para Tokoh

Selain itu, faktor geologi juga berpengaruh seperti tipe bebatuan, tipe sedimen, permeabilitas, porositas, dan kemiringan lahan.

Sedangkan untuk faktor biologis, yaitu dipengaruhi oleh makhluk hidup yang tinggal dalam lahan tersebut, tutupan vegetasi lahan, serta tata guna lahan yang dilakukan manusia.

Erosi juga menyebabkan pendangkalan pada waduk-waduk, sehingga menyebabkan berkurangnya volume air yang ada di waduk tersebut. Dampak lainnya juga terdapat pada pendangkalan saluran-saluran serta pintu-pintu air yang ada di irigasi.

Kondisi ini dapat menyebabkan aliran debit air yang ada di saluran maupun pintu air menjadi berkurang. Sehingga diperlukan proses pengerukan untuk mengatasi sedimentasi dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Begitupula dengan masyarakat yang memanfaatkan irigasi untuk lahan pertanian, kondisi ini juga akan merugikan dikarenakan berkurang aliran debit air pada saluran air.

Dampak Positif
Selain memiliki dampak negatif, erosi juga memiliki dampak positif, antara lain:

Menambah kesuburan tanah yang ada di daerah endapan.

Tanah yang terkikis di bagian hulu sungai biasanya adalah tanah yang subur dan banyak mengandung unsur-unsur hara seperti N, P, K serta bahan-bahan organik. Unsur-unsur hara ini akan terbawa air ke daerah endapan dan bisa menyebabkan tanah menjadi subur

Pada dataran alluvial yang berada di suara sungai serta memiliki stadium lanjut, bisa dijadikan sebagai area pemukiman.

Misalnya, wilayah Tanjung Bunga yang berada di muara sungai Jeneberang merupakan daerah hasil sedimentasi proses erosi yang saat ini dijadikan daerah pemukiman penduduk

Timbulnya kesadaran dan inisiatif, baik pemerintah ataupun masyarakat dalam melakukan konservasi pada lahan-lahan kritis melalui proses penghijauan.

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved