Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Sejarah Kelas 10: Sejarah Berdiri dan Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan yang sering berpindah tempat, sehingga mempengaruhi nama kerajaannya.
TRIBUN-MEDAN.com - Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan bercorak Hindu dan Budha yang berdiri di Bhumi Mataram (dekat Yogyakarta Sekarang) sejak abad ke 8 hingga abad ke 11.
Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan yang sering berpindah tempat, sehingga mempengaruhi nama kerajaannya.
Saat berdirinya kerajaan ini memiliki ibukota di daerah Mataram dekat Yogyakarta sekarang, sehingga kemudian diberi nama Medang I Bhumi Mataram.
Namun, kerajaan ini sempat mengalami beberapa kali atau kurang lebih 7 kali perpindahan ibu kota, hingga akhirnya sampai ke Jawa Timur pada abad ke 10 dan lebih dikenal dengan Kerajaan Medang.
Pendiri Kerajaan Mataram Kuno adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, yang berkuasa antara 732-760 Masehi.
Dalam sejarahnya, Kerajaan Mataram Kuno ini diperintah oleh dua dinasti, yaitu Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu dan Dinasti Syailendra yang beragama Budha.
Baca juga: Materi Belajar Ekonomi Kelas 11: Cara Penentuan Tarif Pajak yang Berlaku di Indonesia
Baca juga: Materi Belajar Geografi Kelas 11: Mengenal Istilah Hiposentrum dan Episentrum Pada Gempa Bumi
Kedua dinasti cenderung saling bersaing memperebutkan kekuasaan, namun ada masa saat mereka pernah memerintah bersama.
Dalam pemerintahan dinasti Sanjaya ada beberapa pemimpin antara lain Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, Sri Maharaja Rakai Pangkaran, Sri Maharaja Rakai Pikatan, dan Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung.
Sedangkan masa pemerintahan dinasti Syailendra pertama kali yaitu Bhanu kemudian dilanjutkan oleh Raja Wisnu yang mampu menegakan kewibawaannya sehingga dinasti Sanjaya menjadi bawahannya, serta Samaratungga merupakan raja terbesar dan terakhir dari Sailendra.
Semasa pemerintahan Samaratungga, dibangunlah candi Borobudur yang merupakan candi besar agama Budha. Sepeninggal Samaratungga, menantunya Rakai Pikatan memulihkan kembali otoritas dinasti sanjaya antar Mataram Kuno.
Kehidupan sosial di Mataram Kuno, tidak begitu ketat menerapkan sistem kasta dan mobilitas sosial tetap dapat terjadi.
Selain itu, dari sisi kehidupan ekonomi Mataram Kuno pada awalnya mengandalkan bidang pertanian karena didukung oleh letak pusat pemerintahan di pedalaman.
Apalagi, pemerintah sangat mendukung untuk mengembangkan pertanian dengan adanya pembangunan jaringan irigasi.
Selain itu, perhatian terhadap perdagangan juga mulai muncul saat pemerintahan Dyah Balitung.
Ia memerintahkan pendirian pusat-pusat perdagangan untuk menggiatkan kegiatan ekonomi masyarakat sekaligu mengembangkan pertanian.
Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 5: Keunikan Hewan Cicak yang Sering Memutuskan Ekornya
Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia: Unsur-unsur Puisi dan Memilah Unsur Pembangun Puisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kerajaan-mataram-kuno.jpg)