Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Bahasa Indonesia: Unsur-unsur Puisi dan Memilah Unsur Pembangun Puisi

Menurut KBBI, puisi atau sajak merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Para peserta lomba Musikalisasi Puisi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Sumatera Utara menggunakan pakaian khas dari herbagai suku di Sumut, keguatan ini digelar di Gedung Pertunjukan Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 33, Minggu (28/7/2019) Caption : Para peserta lomba Musikalisasi Puisi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Sumatera Utara menggunakan pakaian khas dari herbagai suku di Sumut, keguatan ini digelar di Gedung Pertunjukan Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 33, Minggu (28/7/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi atau sajak merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Biasanya puisi berisi ungkapan penulis mengenai emosi, pengalaman maupun kesan yang kemudian dituliskan dengan bahasa yang baik sehingga dapat berima dan enak untuk dibaca.

Contoh kutipan puisi:

Hanyut aku Tuhanku
Dalam lautan kasih-Mu
Tuhan, bawalah aku
Meninggi ke langit ruhani

 

Larik-larik yang diambil dari puisi “Tuhan” karya Bahrum Rangkuti itu mengekspresikan kerinduan dan kegelisahan penyair untuk bertemu dengan sang Khalik.

Kerinduan dan kegelisahan itu diungkapkan dengan kata hanyut, meninggi, dan langit ruhani.

Unsur-unsur puisi 

Beberapa unsur-unsur puisi seperti: 

Majas dan irama

Majas (figurative language) adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya.

Sedangkan irama (musikalitas) yaitu alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang yang berfungsi untuk memberikan jiwa pada kata-kata pada sebuah puisi, yang pada akhirnya dapat membangkitkan emosi tertentu.

Irama puisi harus diekspresikan dengan lembut sebagai perwujudan dari rasa kagum dan simpati.

Penggunaan kata-kata konotasi

Kata konotasi merupakan kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata itu telah mengalami penambahan-penambahan, bait itu berdasarkan pengalaman, kesan, maupun imajinasi, dan perasaan penyair.

Kata-kata berlambang

Lambang atau simbul adalah sesuatu seperti gambar, tanda, ataupun kata yang menyatakan maksud tertentu. Misalnya, rantai dan padi kapas dalam gambar Garuda Pancasila, tunas kelapa sebagai lambang pramuka.

Lambang-lambang itu menyatakan arti tertentu yang bisa dipahami umum. Rantai bermakna perlunya persatuan dan kesatuan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Padi kapas melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran. Tunas kelapa berarti anggota pramuka yang diharapkan menjadi generasi yang serba guna bagi agama, nusa, dan bangsa.

Pengimajinasian

Pengimajinasian merupakan kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair.

Memilah unsur pembangun puisi

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved