Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Sejarah: Sosok dan Perjuangan Sultan Hasanuddin dan Isi Perjanjian Bongaya

Ia lahir dengan nama lengkap Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattaawang Karaeng Bonto mangape

bagasputra.web.ugm.ac.id
Sultan Hasanuddin memiliki julukan Ayam Jantan dari Timur. 

Pada saat itu, Kerajaan Gowa telah berada di bawah kekuasaan Sultan Hasanuddin.

Pertempuran ini berakhir dengan adanya perjanjian damai antara kedua belah pihak. 

Namun, selisih enam tahun, perjanjian tersebut diabaikan.

Pada tahun 1666, Belanda dianggap oleh Kerajaan Gowa melanggar perjanjian damai yang disepakati, dan hal tersebut merugikan Kerajaan Gowa, maka perang pun meletus kembali.

Serangan awal Kerajaan Gowa yang dipimpin Sultan Hasanuddin yang berhasil menyerang kapal-kapal kongsi dagang Belanda. 

"Perang besar antara Kerajaan Gowa dan kongsi dagang Belanda terjadi pada 1666."

Serangan tersebut berhasil menenggelamkan beberapa kapal milik VOC. 

Tidak terima dengan serangan tersebut, Belanda kembali menyerang Gowa. 

Pada pertempuran besar tersebut, Kerajaan Gowa dipimpin oleh Sultan Hassanudin, sedangkan pasukan VOC dipimpin oleh Cornelis Speelman.

Pertempuran terjadi selama sekitar satu tahun.

Akhirnya, karena sudah terdesak oleh serangan-serangan yang dilakukan olehkongsi dagang Belanda, Sultan Hasanuddin pun menandatangani perjanjian Bongaya pada 18 November 1667.

Isi perjanjian Bongaya

1. Seluruh pejabat dan rakyat Kompeni berkebangsaan Eropa yang baru-baru ini atau pada masa lalu, melarikan diri dan masih tinggal di sekitar Makassar harus segera dikirim kepada Laksamana (Cornelis Speelman).

2. Raja dan bangsawan Makassar harus membayar ganti rugi dan seluruh utang pada kompeni paling lambat pada akhir musim berikut.

"Perjanjian Bongaya ditandatangani Sultan Hasanuddin pada 18 November 1667."

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved