Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Kelas 7: Potensi Kekayaan Tanah di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah potensi kekayaan tanah di Indonesia yang sangat besar dan bervariasi

H/O TRIBUN MEDAN
Potensi Kekayaan Tanah di Indonesia 

TRIBUN-MEDAN.com- Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Salah satunya adalah potensi kekayaan tanah di Indonesia yang sangat besar dan bervariasi.

Tanah sendiri merupakan tempat manusia melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. manusia bercocok tanam, membangun rumah, membangun jalan, dan sebagainya.

Tanah termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui atau renewable resources. Tanah berasal dari campuran bahan organik, mineral, gas, cairan, dan bahan organik yang bersama-sama mendukung kehidupan. Bahan organik itu berasal dari sisi makhluk hidup yang telah mati lalu terurai menyatu dengan tanah.

Secara umum, potensi kekayaan tanah di Indonesia dapat dibedakan menjadi 8 jenis, diantaranya tanah aluvial, andosol, regosol, terrarosa, litosol, organosol, grumusol, dan latosol.

Kita simak yuk penjelasan mengenai jenis kekayaan tanah di Indonesia ini!

  1. Tanah Aluvial

Tanah aluvial terbentuk dari material halus hasil endapan aliran sungai. Jenis tanah ini biasa terdapat di dataran rendah atau lembah sepanjang tepiang sungai.

Tanah ini subur, sehingga cocok dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tekstur tanahnya lembut dan mudah untuk digarap. Namun, struktur tanah alluvial belum kuat sehingga akan hanyut saat terjadi banjir besar.

  1. Tanah Andosol

Tanah andosol terbentuk dari material erupsi gunung api. Tanah vulkanis ini terdapat di lereng-lereng gunung api.

Warnanya coklat keabunan, karena subur tanah andosol cocok dijadikan lahan pertanian dengan pilihan lahan sebagai berikut lahan bergelombang cocok ditanami sayuran, palawija, dan holtikultura. Lahan dengan kemiringan cukup tinggi cocok ditanami tanaman perkebunan seperti kopi, kayu manis, dan kina.

  1. Tanah Regosol

Tanah regosol berasal dari material erupsi gunung api, dengan tekstur butiran kasar berwarna keabuan karena mengandung abu dan pasir vulkanis.

Permukaannya bergelombang bahkan ada yang membukit, tetapi mengandung unsur hara dan mudah menyerap air sehingga subur dan cocok dijadikan lahan tanam.

Tanaman yang cocok antara lain padi, tebu, palawija, tembakau, dan sayuran. Sayangnya, karena tanah gembur maka amat mudah terkena erosi.

  1. Tanah Terrarosa

Tanah terrarosa berasal dari batuan kapur yang mengalami pelapukan. Tanah kapur ini tidak subur sehingga tidak cocok untuk jenis tanaman yang memerlukan banyak air.

Tanaman yang dapat hidup di tanah ini adalah pohon jati dan pohon keras lain yang memiliki sifat kuat dan tahan lama.

  1. Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan tanah berbatu-batu. tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan beku dan endapan atau sedimen keras yang belum sempurna. Tekstur tanah bervariasi mulai dari bebatuan, kerikil, sampai butiran pasir.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved