Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Sejarah: Penyebab Perang Padri di Tiga Periode & Runtuhnya Benteng Bonjol
Perang Padri adalah salah satu perlawanan rakyat pada masa kolonialisme Belanda di Indonesia pada abad ke-19.
Kekuatan terakhir Kaum Padri berhasil runtuh dan tidak dapat bangkit kembali setelahnya.
Tokoh-Tokoh Perang
1. Tuanku Imam Bonjol
Tuanku Imam Bonjol adalah salah satu dari ulama besar yang memimpin gerakan Padri. Ia dianggap sebagai tokoh yang kuat karena memiliki kedudukan yang kuat berupa benteng di atas bukit wilayah Bonjol.
Setelah Tuanku nan Renceh wafat, ia menggantikannya sebagai panglima perang. Imam Bonjol menyerah kepada Belanda pada 1837 setelah kesulitan menyatukan pasukan yang tercerai-berai.
Ia menyesalkan kekerasan yang dilakukan oleh kaum Padri kepada kaum Adat dalam rangkaian perang tersebut. Imam Bonjol wafat pada 8 November 1864 di Lotta, Minahasa tempat pengasingan terakhirnya.
2. Tuanku Pasaman
Tuanku Pasaman adalah salah satu dari Harimau Selapan yang memimpin gerakan Padri. Ia bertanggungjawab atas serbuan Padri ke istana Pagarruyung yang menyebabkan Sultan harus menyingkir dari Minangkabau. Serangan ini menjadi rangkaian awal dari konflik Padri-Adat sebelum terlibatnya Belanda.
3. Tuanku Nan Renceh
Tuanku Nan Renceh adalah salah satu ulama yang kuat pendiriannya terhadap penggunaan jalan kekerasan dalam gerakan Padri.
Akhir Perang Padri
Akhir dari Perang Padri telah dapat dilihat ketika Benteng Bonjol jatuh pada Agustus 1837. Bonjol adalah posisi kuat terakhir yang dimiliki oleh kaum Padri di Minangkabau.
Sehingga kejatuhannya menyebabkan pasukan tercerai-berai, Imam Bonjol kesulitan untuk menyatukannya kembali.
Pada Oktober 1837, Belanda berhasil menangkap Imam Bonjol yang kemudian diasingkan ke Cianjur pada Januari 1838.
Perang masih berkobar sampai Belanda berhasil menduduki Rokan Hulu yang diduduku oleh Tuanku Tambusai. Kerajaan Pagarruyung serta wilayah Minangkabau kemudian masuk ke bagian Pax Netherlandica.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia: Perbedaan Teks Anekdot, Teks Eksposisi dan Teks LHO
Baca juga: Materi Belajar IPA: Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Tingkatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/peristiwa-perang-padri.jpg)