Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar IPA: Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Tingkatan
Indonesia dengan keanekaragaman baik itu flora maupun faunanya, Keanekaragaman Hayati atau sering di kenal juga sebagai biodiversitas.
Karakteristik tersebut dapat berupa morfologi, fisiologi atau biokimia.
Keanekaragaman spesies ini dapat terjadi karena adanya pengaruh kandungan genetik dengan habitatnya.
Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies adalah palem-paleman.
Pohon aren tumbuh subur di daerah pegunungan, sedangkan pohom kelapa hidup di daerah pantai.
Contoh lainnya yaitu pada spesies kucing.
Kucing, harimau, dan macam memiliki morfologi yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya mereka berkerabat dekat.
3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Keankeragaman hayati tingkat ekosistem adalah keanekaragaman habitat, komunitas biotik, dan proses ekologi di biosfer (daratan) atau lautan.
Dalam ekosistem sendiri terdiri dari dua komponen, yaitu biotik dan abiotik yang saling melakukan hubungan timbal balik.
Baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungannya.
Faktor biotik adalah bagian-bagian dalam ekosistem yang merupakan makhluk hidup, misalnya tumbuhan.
Sedangkan faktor abiotik adalah bagian dalam ekosistem yang tidak hidup, misalnya iklim, cahaya, air, tanah, tingkat keasaman tanah, dan kandngan mineral dalam tanah.
Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adalah ekosistem gurun, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, dan ekosistem hutan hujan tropis yang semuanya memiliki jenis tanaman dan hewan yang berbeda.
(mag1/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Hasil Kongres Pemuda 1 dan M. Yamin Pencetus Ide Pembentukan Bahasa
Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Penyebab Terjadinya Perang Dunia 1, Negara yang Terlibat, dan Wabah Flu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keluarga-gorila-gunung-di-uganda.jpg)