Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar IPA: Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Tingkatan

Indonesia dengan keanekaragaman baik itu flora maupun faunanya, Keanekaragaman Hayati atau sering di kenal juga sebagai biodiversitas.

John Downer Productions
Keluarga gorila gunung di Uganda 

TRIBUN-MEDAN.com – Materi belajar IPA ini membahas keanekaragaman hayati. Keanekaragaman ini  berdasarkan tingkat. 

Keanekaragaman hayati merupakan istilah yang digunakan untuk keanekaragaman sumber daya alam, meliputi jumlah maupun frekuensi dari ekosistem, spesies, maupun gen di suatu tempat.

Pada dasarnya keanekaragaman melukiskan keadaan yang bermacam-macam terhadap suatu benda yang terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal, ukuran, bentuk, tekstur maupun jumlah.

Sedangkan kata hayati itu sendiri berarti sesuatu yang hidup, jadi Keanekaragaman Hayati dapat di artikan sebagai keanekaragaman atau keberagaman mahluk hidup yang bisa terjadi akibat adanya Perbedaan-perbedaan mulai dari perbedaan bentuk, ukuran, warna, jumlah tekstur, penampilan dan juga sifat-sifatnya.

Baca juga: Materi Belajar Ekonomi: Pengertian Wirausaha dan sebagai Pendorong Perekonomian

Baca juga: Materi Belajar Sekolah: Penyebab Air dan Minyak Tidak Bisa Menyatu

Indonesia dengan keanekaragaman baik itu flora maupun faunanya, Keanekaragaman Hayati atau sering di kenal juga sebagai biodiversitas.

Biodiversitas adalah suatu tingkat yang ada di dalam bumi dan hal ini menjadi patokan atau ukuran dalam penentu kesehatan bumi.

Keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan suatu ekosistem darat memiliki jumlah yang lebih tinggi daripada biodiversitas lingkungan di kutub.

Hal ini disebabkan oleh iklim atau cuaca karena biodiversitas merupakan fungsi dari iklim.

Perubahan yang terjadi pada suatu lingkungan dapat berdampak buruk bagi spesies, hal itu ialah akan terjadinya kepunahan masal suatu spesies.

Suatu catatan sejarah menunjukkan bahwa telah terjadi lima kepunahan masal selama kehidupan berlangsung di bumi.

Sekitar 540 juta tahun yang telah lalu, eon fanerozoikum terjadi pertumbuhan biodiversitas yang sangat cepat.

Pertumbuhan spesies yang sangat cepat disebabkan oleh suatu ledakan pada saat filum multiseluler dengan mayoritas besar pertama kali muncul. Lalu sekitar 400 juta tahun yang lalu, kepunahan masal terjadi atau kerap dikatakan sebagai suatu kerugian yang besar bagi bidiversitas.

Dikatakan pula hutan hujan menjadi salah satu penyebab kepunahan masal karena adanya suatu karbon yang berlebih.

Dilanjutkan dengan pemunahan masal paling serius pada 251 tahun yang lalu dan pemulihan yang dilakukan bahwa memakan waktu 30 tahun. Kemudian pemunahan masal yang terakhir kali ada hingga kini yaitu kepunahan Paleogen yang terjadi sekitar 65 juta tahun yang lalu. Kepunahan ini menjadi hal yang paling menarik perhatian karena di dalamnya yang punah yaitu hewan dinosaurus.

Karena adanya kepunahan hewan dinosaurus tersebut, banyak jenis fauna yang hilang dari dunia ini. Sehingga, kita hanya bisa mempelajari kehidupan mereka melalui buku. Gramedia memiliki buku dengan judul Ng Dinopedia Edisi Kedua yang berisikan berbagai jenis hewan dinosaurus terlengkap sedunia. Grameds dapat membeli buku ini dengan klik “beli sekarang” di bawah ini.

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah beragam variasi kehidupan di bumi, baik tumbuhan, hewan, mikroorganisme, genetika yang dikandungnya, maupun ekosistem, serta proses-proses ekologi yang dibangun menjadi lingkungan hidup. 

Ada dua faktor yang memengaruhi keanekaragaman hayati, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan.

Faktor genetik disebabkan oleh adanya gen yang diwariskan yang akan memberikan sifat dasar atau sifat bawaan dari induk kepada keturunannya.

Sedangkan faktor lingkungan berasal dari luar dan disebabkan oleh lingkungan sekitar yang memengaruhinya.

Secara garis besar keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman ekosistem.

Berikut penjelasan bentuk-bentuk keanekaragaman hayati:

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Keanekaragaman hayati tingkat gen adalah keanekaragaman genetik yang terjadi antar individu dalam satu spesies.

Keanekaragaman terjadi akibat adanya variasi susunan gen yang berbeda pada setiap individu sejenis.

Gen sendiri adalah materi yang ada dalam kromosom makhluk hidup yang menentukan sifat organisme.

Contoh keanekaragaman tingkat gen misalnya pada buah mangga, terdapat varietas mangga harum manis, bali, gadung, dan si manalagi.

Tidak hanya itu, manusia juga merupakan contoh keanekaragaman tingkat gen yang paling mencolok, manusia memiliki ukuran tubuh, warna kulit, warna mata, dan bentuk rambut yang beragam. 

2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies

Keanekaragaman hayati tingkat spesies merupakan keanekaragaman antar spesies dari satu famili. Keanekaragaman spesies mencakup seluruh spesies yang ada di bumi, baik tumbuhan maupun satwa liar.

Spesies sendiri adalah kelompok individu yang menunjukkan karakteristik yang berbeda dari kelompok lain.

Karakteristik tersebut dapat berupa morfologi, fisiologi atau biokimia.

Keanekaragaman spesies ini dapat terjadi karena adanya pengaruh kandungan genetik dengan habitatnya.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies adalah palem-paleman.

Pohon aren tumbuh subur di daerah pegunungan, sedangkan pohom kelapa hidup di daerah pantai.

Contoh lainnya yaitu pada spesies kucing.

Kucing, harimau, dan macam memiliki morfologi yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya mereka berkerabat dekat.

3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Keankeragaman hayati tingkat ekosistem adalah keanekaragaman habitat, komunitas biotik, dan proses ekologi di biosfer (daratan) atau lautan.

Dalam ekosistem sendiri terdiri dari dua komponen, yaitu biotik dan abiotik yang saling melakukan hubungan timbal balik.

Baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungannya.

Faktor biotik adalah bagian-bagian dalam ekosistem yang merupakan makhluk hidup, misalnya tumbuhan.

Sedangkan faktor abiotik adalah bagian dalam ekosistem yang tidak hidup, misalnya iklim, cahaya, air, tanah, tingkat keasaman tanah, dan kandngan mineral dalam tanah.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adalah ekosistem gurun, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, dan ekosistem hutan hujan tropis yang semuanya memiliki jenis tanaman dan hewan yang berbeda.

(mag1/tribun-medan.com)

Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Hasil Kongres Pemuda 1 dan M. Yamin Pencetus Ide Pembentukan Bahasa

Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Penyebab Terjadinya Perang Dunia 1, Negara yang Terlibat, dan Wabah Flu

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved