Aneh Tingkah Kim Jong Un Mendadak Pakai Sandal, Pakar Sebut Sang Diktator Waspada Penyakit Ini

Akan tetapi, perhatian yang ditujukan kepada pemimpin Korea Utara itu bukan karena isi pidato, melainkan alas kaki yang dikenakannya.

Tayang:
Kolase Tribun Medan/IST
Kim Jong Un - Aneh Tingkah Kim Jong Un Mendadak Pakai Sandal, Pakar Sebut Sang Diktator Waspada Penyakit Ini 

Hal itu memicu spekulasi mengenai kesehatan Kim Jong Un.

Media pemerintah kemudian jarang menyebutkan kesehatan pemimpin itu, Seorang penduduk Pyongyang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa semua orang di Korea Utara patah hati setelah melihat gambar Kim yang tampak "kurus".

Dalam pidatonya pada hari Minggu, Kim fokus pada isu-isu partai dan mendesak para pejabat untuk fokus pada peningkatan kehidupan warga dalam menghadapi situasi ekonomi yang "suram".

Dilarang membahas kesehatan Kim Jong Un

Sebuah sumber mengatakan unit pengawas lingkungan Korea Utara telah membuat resmi pernyataan yang memperingatkan orang untuk tidak mendiskusikan kesehatan Kim Jong-Un, sang pemimpin Korea Utara Ini.

Melansir Daily Mail, Jumat (20/8/2021), sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, "Unit pengawas Korea Utara juga mengatakan penurunan berat badan secara tiba-tiba bukan karena masalah kesehatan, melainkan karena dia menderita dalam kesendirian demi negara dan orang-orang dalam krisis.”

Seperti yang pernah terjadi dalam setiap bencana, termasuk bencana alam, perang, bahkan bencana kelaparan, maka hampir dipastikan anak-anaklah yang selalu menjadi korban.

Termasuk yang terjadi di Korea Utara ini, yang memaksa orang untuk melakukan apa pun demi bisa mendapatkan makanan.

Keditaktoran dari kepemimpinan Kim Jong-Un inilah yang membuat rakyatnya menderita dalam kelaparan dan melakukan caranya sendiri untuk bisa makan.

Seorang ayah yang kelaparan diberitakan telah dieksekusi karena membunuh kedua anaknya untuk dimakan.

Kebijakan tertutup yang dianut negara komunis ini, menyebabkan kelaparan tersembunyi terjadi di provinsi pertanian di Hwanghae Utara dan Selatan.

Akibat kelaparan itu menewaskan hingga 10.000 orang.

Kelaparan itu pulalah yang memicu kekhawatiran bangkitnya kembali kanibalisme di negara komunis tersebut.

Itu hanyalah salah satu kisah yang terekspos di saat para penduduk bertarung melawan kelaparan di negara itu.

Kelaparan terjadi karena kekeringan dan kekurangan menyerang pertanian yang diperparah dengan para pejabat partai yang menyita makanan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, menurut situs Dailymail, telah menghabiskan banyak uang untuk peluncuran dua roket.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved