Viral di Medsos, Karma Sharon PM Israel Pembantai Warga Palestina 8 Tahun Koma & Membusuk
Sharon asli terbujur kaku tidak sadarkan diri beberapa kilometer jauhnya, di Chaim Sheba Medical Center, Tel Hashomer.
Foto Ariel yang bagian kepalanya terbalut perban saat bertempur di Terusan Suez bahkan menjadi simbol kekuatan militer Israel.
Usai perang Ariel terpilih sebagai anggota Knesset, semacam kabinetnya Israel.
Akan tetapi pada 1974, Ariel mundur dari Knesset sekaligus pensiun dari dunia militer.
Ariel lalu bergabung dengan partai politik yang selanjutnya menjadi kendaraannya meraih kekuasaan, yaitu di Partai Likud.
Selain aktif di partai, Ariel juga dipercaya sebagai Penasihat Keamanan Perdana Menteri Israel saat itu, Yitzhak Rabin.
Tahun 1977, Ariel kembali ke Knesset dan menerima jabatan menteri pertanian.
Tahun 1981-1983 Ariel menjabat menteri pertahanan.
Pada periode itu perang antara Israel dan Lebanon kembali berkobar serta diwarnai peristiwa kelam, pembantaian 3.000 pengungsi Palestina di Kamp Sabra dan Shatila oleh milisi Phalangis.
Tentara Israel yang menyerbu Lebanon atas perintah Ariel dianggap gagal meyelamatkan pengungsi dan dituduh melakukan pembiaran terhadap pembantaian itu.
Nama Ariel Sharon kembali tercoreng dan pria yang telah dicap sebagai Penjagal dari Beirut ini memilih mengundurkan diri.
Tahun 1984, Ariel membuat manuver politik lagi dan bergabung di Knesset.
Sejumlah jabatan yang tak berkaitan dengan pertumpahan darah dipegang Ariel, antara lain menteri perindustrian dan perdagangan, menteri perumahan dan konstruksi, menteri infrastruktur, serta pada tahun 1998 menjabat menteri luar negeri.
Tahun 1999 ketika secara kebetulan Benyamin Netanyahu mundur sebagai ketua Partai Likud, Ariel maju menggantikannya.
Posisi itu membuat Ariel secara mulus menduduki kursi Perdana Menteri pada Februari 2001.
Sebagai PM, Ariel lagi-lagi membuat langkah kontroversial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ariel-sharon-terbaring-koma-dan-membusuk.jpg)