Materi Belajar Sekolah

Biografi Soeharto, Presiden Kedua Indonesia: Masa Kecil Soeharto dan Karir Militer

Soeharto merupakan seseorang yang lahir di Yogyakarta, lebih tepatnya di desa Kemusuk, Argomulyo.

ARSIP FOTO KOMPAS / JB SURATNO
Jenderal Besar Soeharto berbincang dengan Jenderal Besar AH Nasution, sesaat sebelum menerima ucapan selamat pada acara silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (5/10/2007) siang. 

Soeharto berhasil menjadi seorang tentara dengan pangkat Brigadir Jenderal dan memimpin Komando Mandala yang bertugas untuk merebut kembali Irian Barat.

Komando Mandala dilaksanakan pada tahun 1961, dan dari Komando Mandala ini Soeharto mendapatkan pengalaman yang sangat berharga yaitu bisa berkenalan dengan Mayor Ali Moertopo, Kapten L.B Moerdani, dan Kolonel Laut Sudomo.

Ketiga orang itu merupakan orang-orang yang memiliki peran penting dan strategis.

Soeharto mendapatkan kenaikan pangkat setelah selesai menjalankan tugas di Irian Barat dan kembali dari Indonesia Timur.

Pangkat yang diperoleh Soeharto adalah Mayor Jenderal dan oleh Jenderal A.H. Nasution, ia ditarik ke markas besar ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Bukan hanya itu, pada tahun 1962, Soeharto mendapatkan kenaikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

ABRI khususnya Angkatan Darat di tahun 1965 mengalami perpecahan atau konflik internal. Konflik internal ini disebabkan adanya paham Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis) yang digagas oleh Soekarno sehingga membuat TNI AD terpecah menjadi dua kubu, pertama, kubu sayap kiri, dan kedua, kubu sayap kanan.

Pada dini hari 1 Oktober 1965, terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap enam orang Jenderal. Kelompok yang menculik dan membunuh enam Jenderal itu mengaku sebagai kelompok Gerakan 30 September (G30S).

Semua kejadian itu terjadi begitu cepat hingga muncul Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang berisi tentang pemberian kewenangan dan mandat kepada Soeharto untuk mengambil dan menentukan segala tindakan supaya permasalahan ini terselesaikan dan dapat memulihkan keamanan dan ketertiban.

Sejak dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) oleh Soekarno, jabatan Panglima Komando Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dipegang oleh Soeharto.

Pada tanggal 27 Maret 1968, Soeharto dilantik oleh MPRS untuk menjadi Presiden Republik Indonesia. Dengan pelantikan ini maka menjadi tanda lahirnya masa pemerintahan Orde Baru.

5. Karir Politik Soeharto Sebagai Presiden Orde Baru
Sebenarnya Soeharto mulai menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia sejak tahun 1966, tetapi baru dilantik oleh MPRS pada tahun 1968.

Pada awal menjadi Presiden Republik Indonesia, Soeharto belum mempunyai wakil Presiden Republik Indonesia.

Sejak tahun 1973 hingga 1998, barulah Soeharto mempunyai Wakilnya.

Wakil Presiden Masa Pemerintahan Orde Baru

1. Sultan Hamengkubuwono IX

Wakil Presiden pertama pada kepemimpinan Soeharto ialah Sultan Hamengkubuwono IX. Pada masa pemerintahan ini, Soeharto membentuk Kabinet Pembangunan I. Masa kerja pada Kabinet Pembangunan I adalah tanggal 6 Juni 1968 sampai 28 Maret 1973.

2. H. Adam Malik
Setelah menjabat sebagai Menteri luar negeri dan ketua MPR/DPR RI maka pada tahun 1978, H. Adam Malik dipercaya oleh Soeharto untuk mengemban jabatan Wakil Presiden Indonesia.

Pada masa pemerintahan ini, Soeharto membentuk Kabinet Pembangunan III dengan masa kerja mulai dari 19 Maret 1978 sampai 19 Maret 1983.

3. Umar Wirahadikusumah

Di dua periode sebelumya, Wakil Presiden yang dipilih Soeharto merupakan mantan seorang Menteri di kabinet sebelumnya. Namun, pada Kabinet Pembangunan IV, Soeharto memilih Wakil Presiden bukan dari mantan Menteri, yaitu Umar Wirahadikusumah. Kabinet Pembangunan IV ini mempunyai masa kerja yang dimulai dari 19 Maret 1983 hingga 22 Maret 1988.

4. Sudharmono
Sudharmono menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang keempat di masa kepresidenan Soeharto. Soeharto dan Sudharmono membentuk Kabinet Pembangunan V. Kabinet ini memiliki masa kerja mulai dari tanggal 23 Maret 1988 sampai tanggal 17 Maret 1993.

5. Try Sutrisno
Wakil Presiden kelima pada masa kepemimpinan Soeharto ialah Try Sutrisno. Pada masa pemerintahan ini, nama kabinet yang digunakan ialah “Kabinet Pembangunan VI”. Kabinet ini mempunyai masa kerja dari 17 Maret 1993 hingga 14 Maret 1998.

6. B.J Habibie
Pada Kabinet Pembangunan VII masa kerjanya hanya dalam hitungan bulan, yaitu 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998. Hal ini dikarenakan Soeharto mengundurkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia dan digantikan oleh B.J. Habibie.

Kesimpulan
Soeharto terlahir dari keluarga yang kurang mampu sehingga ia harus dititipkan beberapa kali ke saudara orang tuanya. Meskipun lahir dari keluarga yang kurang mampu, tetapi Soeharto tetap semangat dalam menjalani hidupnya.

Ia merupakan seorang yang pekerja keras sehingga setelah menempuh karir militer ia dapat diangkat menjadi Presiden Indonesia yang kedua.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved