Marketing Trading Ini Rela Disetubuhi Berkali-kali Oleh Oknum Anggota DPRD Demi Investasi Rp 50 Juta
Wanita IMS merupakan kader muda Partai PPP ini juga merupakan karyawan marketing di perusahaan trading sedang menawarkan berinvestasi Rp50 juta.
Saat ditanya mengapa tidak melaporkan kejadian tersebut langsung, IMS mengaku takut dengan terlapor yang juga masih berstatus anggota DPRD Maros.
Apalagi, IMS takut diketahui kasusnya tersebut oleh keluarganya.
“Pernah juga saya sampaikan bahwa lagi hamil pada April 2020, namun dia dipaksa menggugurkan kandungannya oleh terlapor,” tuturnya.
Sementara itu, SS sampai sekaran belum berhasil dikonfirmasi.
Demikian pula dengan Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan Amir Uskara yang dikonfirmasi.
Dia enggan berkomentar terkait kasus laporan pencabulan SS yang merupakan anggota DPRD Maros dari fraksi PPP.
“Silakan hubungi DPP, kami tidak bisa berkomentar. DPP sudah mengetahuinya dan yang mengambil kesimpulan,” singkatnya.
(*/tribunmedan)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polda Sulsel Usut Kasus Pemerkosaan oleh Oknum Anggota DPRD Maros"
Baca juga: SISWI SMP Berusia 12 Tahun Hamil, Oknum Pejabat Pertamina Ditangkap, Ini Pengakuannya ke Polisi
Baca juga: VIRAL Pengantin Pria Ditendang Calon Mertua saat Ijab Kabul, Ini Penjelasan Polisi dan Penghulu KUA
Baca juga: Seorang Ibu Guru SD Sudah Dilantik Jadi Kepala Sekolah, Setelah Dicek Sekolahnya Ternyata Tidak Ada
Soal Penipuan Masuk CPNS, Anak Nia Daniaty Akui Terima Rp 25 Juta Per Kepala, Uangnya Diklaim untuk Pelatihan
Kabar terkini, Olivia Nathania dan kuasa hukumnya, Susanti Agustina, akhirnya memberikan penjelasan atas kasus yang menyeretnya beberapa hari terakhir ini.
Sebagai informasi, Olivia Nathania dan suaminya, Rafly Noviyanto Tilaar, dilaporkan ke polisi terkait penggelapan, penipuan, dan pemalsuan surat Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
"Dan memang saya dari situ senilai Rp 25 juta per orang," ucap Olivia Nathania saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021).
Olivia Nathania tidak menampik atau membenarkan bahwa dia yang mengajak Agustin, mantan guru sekolahnya yang mengaku sebagai korban.
Tetapi, Olivia Nathania menegaskan bukan dia yang merekrut 225 orang dan disebut mengalami kerugian hingga Rp 9,7 miliar.
"Ibu Agustin ini sebenarnya bukan korban, melainkan dia yang merekrut orang-orang tersebut. Karena saya tidak pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang dia sebutkan," ucap Olivia Nathania.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kamar-hotel-dengan-twin-bed_20170308_092914.jpg)