Istri Komandan Sang Penumpas PKI Meninggal Dunia, Ini Biodata Suami: Letjen Sarwo Edhie Wibowo
Sunarti Sri Hadiyah Sarwo Edhie Wibowo, ibu mertua Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meninggal dunia pada Senin (20/9/2021).
Kelahiran: 25 Juli 1925, Kabupaten Purworejo.
Meninggal: 9 November 1989, Jakarta.
Dimakamkan: 10 November 1989 di Purworejo.
Pasangan: Hj. Sri Sunarti Hadiyah.
Mereka mempunyai 7 anak:
- Wijiasih Cahyasasi,
- Wrahasti Cendrawasih,
- Kristiani Herrawati,
- Mastuti Rahayu,
- Pramono Edhie Wibowo,
- Retno Cahyaningtyas,
- Hartanto Edhie Wibowo
Cucu:
- Agus Harimurti Yudhoyono,
- Edhie Baskoro Yudhoyono,
- Ayu Ratna Pratiwi,
- Yusuf Putra Pramono
Orang tua: Raden Ayu Sutini, Raden Kartowilogo.
Karier:
- Komandan Batalion di Divisi Diponegoro (1945-1951),
- Komandan Resimen Divisi Diponegoro (1951-1953),
- Wakil Komandan Resimen di Akademi Militer Nasional (1959-1961),
- Kepala Staf Resimen Pasukan Komando (RPKAD) (1962-1964),
- Komandan RPKAD/Danjen Kopassus ke-5 (1964-1967),
- Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan ke-13 (25 Juni 1967 – 2 Juli 1968),
- Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih ke-4 (2 Juli 1968 – 20 Februari 1970).
Selain itu Sarwo Edhie Wibowo pernah menjabat juga sebagai Ketua BP-7 Pusat, Duta besar Indonesia untuk Korea Selatan, serta menjadi Gubernur AKABRI.
Sarwo Edhie Wibowo memiliki peran yang sangat besar dalam penumpasan Pemberontakan Gerakan 30 September dalam posisinya sebagai panglima RPKAD (atau disebut Kopassus pada saat ini).
Pada pagi hari tanggal 1 Oktober 1965, enam jenderal, termasuk Ahmad Yani diculik dari rumah mereka dan dibawa ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.
Sementara proses penculikan sedang dieksekusi, sekelompok pasukan tak dikenal menduduki Monumen Nasional (Monas), Istana Kepresidenan, Radio Republik Indonesia (RRI), dan gedung telekomunikasi.
Hari dimulai seperti biasanya bagi Sarwo Edhie dan pasukan RPKAD yang sedang menghabiskan pagi mereka di markas RPKAD di Cijantung, Jakarta. Kemudian Kolonel Herman Sarens Sudiro tiba.
Sudiro mengumumkan bahwa ia membawa pesan dari markas Kostrad dan menginformasikan kepada Sarwo Edhie tentang situasi di Jakarta.
Sarwo Edhie juga diberitahu oleh Sudiro bahwa Mayor Jenderal Soeharto yang menjabat sebagai Panglima Kostrad diasumsikan akan menjadi pimpinan Angkatan Darat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/istri-sarwo-edhie-wibowo-meninggal-dunia.jpg)