Sosok Ali Kalora Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur yang Ditembak Mati

Perburuan pentolan teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora akhirnya membuahkan hasil.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Kolase Kompas TV dan Wikipedia via Surya.co.id
Ali Kalora pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas ditembak aparat keamanan. 

Ia memiliki seorang istri yang bernama Tini Susanti Kaduka, alias Umi Farel.

Nama "Kalora" pada namanya, diambil dari desa tempatnya dilahirkan, sehingga nama Ali Kalora seringkali digunakan di media massa.

Ali Kalora merupakan salah satu pengikut senior Santoso di kelompok Mujahidin Indonesia Timur.

Baca juga: Anggota Koopsus TNI Gugur dalam Baku Tembak di Poso, Dua Teroris Poso Tewas, Ali Kalora Masih Lolos

Setelah kematian Daeng Koro -salah satu figur utama dalam kelompok MIT, Ali dipercayakan untuk memimpin sebagian kelompok teroris yang sebelumnya dipimpin oleh Daeng Koro.

Faktor kedekatannya dengan Santoso dan kemampuannya dalam mengenal medan gerilya membuat ia diangkat menjadi pemimpin.

Peneliti di bidang terorisme intelijen dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, berpendapat bahwa Ali Kalora adalah sosok penunjuk arah dan jalan di pegunungan dan hutan Poso.

Ini karena Ali merupakan warga asli dari Desa Kalora, Poso, sehingga dirinya diyakini telah menguasai wilayah tempat tinggalnya.

Menurut Kapolda Sulawesi Tengah saat itu, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, Ali Kalora adalah sosok radikal senior di kalangan gerilyawan di Poso.

Baca juga: Kronologi Ali Kalora Beraksi Lagi Bantai 4 Warga, Penggal Kepala Nenek Asal Toraja

Dikenal Kejam

Ali Kalora dikenal sadis. Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa saat masih menjabat Komandan Jenderal Kopassus, mengungkap sadisnya perbuatan yang dilakukan oleh kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora kepada masyarakat di Poso.

Ia mengungkap, kelompok Ali Kalora tak segan mengancam, menyandera, bahkan membunuh masyarakat di Poso.

Menurut Cantiasa mereka akan melakukan hal tersebut kepada masyarakat biasanya untuk mendapatkan logistik dan makanan.

"Masyarakat ini diancam dan sebagainya kalau tidak menyerahkan makanan atau logistik itu ya dibunuh di sana. Dan tidak main-main, mereka membunuh itu dengan sadis. Semua modusnya itu dengan potong leher," kata Cantiasa dalam tayangan Podcast Puspen TNI di kanal Youtube resmi Puspen TNI yang diunggah pada Senin (17/8/2020) lalu.

Baca juga: Ultimatum Aparat pada DPO Teroris MIT Poso Ali Kalora Cs Sebelum Jatuh Korban Lagi

Cantiasa pun mengungkapkan pembunuhan Agus Balumba, seorang petani di Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, dilakukan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora pada Agustus 2020 lalu.

Selain melakukan pembunuhan, kelompok Ali Kalora juga merampas sejumlah barang milik korban seperti jam tangan dan ponsel.

Kepolisian menyebut ada tujuh sampai 10 orang yang terlibat dalam pembunuhan petani tersebut.

Mereka adalah orang yang masuk dalam daftar pencarian orang oleh Satgas Operasi Tinombala.

(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul BREAKING NEWS: Panglima Teroris Poso Ali Kalora Tewas Tertembak

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved